PROGRES.ID – Timnas Indonesia tengah bersiap melanjutkan perjuangan besar mereka di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober mendatang. Kurang dari sebulan lagi, laga-laga krusial ini akan digelar untuk memperebutkan tiket menuju panggung sepak bola terbesar di dunia.
Seperti diketahui, hasil undian yang digelar AFC pada 17 Juli 2025 di Kuala Lumpur menempatkan Skuad Garuda di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Sementara di Grup A terdapat Uni Emirat Arab, Qatar, dan Oman.
Awalnya, Arab Saudi dan Qatar resmi ditunjuk sebagai tuan rumah putaran keempat. Namun, kabar mengejutkan datang dari Doha. Pada Selasa (9/9/2025), Israel melancarkan serangan udara yang menewaskan enam orang, termasuk putra pemimpin senior Hamas, Khalil al-Hayya. Serangan ini memicu tanda tanya besar: apakah Qatar masih layak menjadi tuan rumah?
AFC Bisa Ambil Langkah Tegas
Menurut jadwal, putaran keempat kualifikasi akan digelar pada 8–14 Oktober 2025. Tetapi situasi keamanan di Qatar kini membuat banyak pihak meragukan kelancaran event tersebut. Berdasarkan Regulations FIFA World Cup 2026 Preliminary Competition, khususnya Bab 3 Pasal 11, AFC berhak penuh menentukan apakah pertandingan tetap digelar di lokasi yang sudah ditunjuk atau dipindahkan ke tempat netral.
Artinya, jika kondisi Qatar dianggap tidak aman, AFC punya wewenang untuk mencoret Qatar sebagai tuan rumah dan memindahkan venue ke negara lain.
Indonesia Berpeluang Jadi Tuan Rumah?
Menariknya, jika pemindahan benar-benar dilakukan, Indonesia berpotensi besar ditunjuk sebagai alternatif. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dinilai sangat layak untuk menggelar pertandingan kelas dunia. Jika skenario ini terjadi, keuntungan besar akan didapat Skuad Garuda.
Dukungan penuh suporter merah putih di kandang sendiri bisa menjadi energi tambahan bagi Jay Idzes dkk. Apalagi, Indonesia punya catatan manis di SUGBK, termasuk kemenangan sensasional 2-0 atas Arab Saudi pada 19 November 2024 lalu di putaran ketiga kualifikasi.
Dampak Lebih Luas untuk Indonesia
Selain keuntungan teknis bagi Timnas, jika Indonesia benar-benar dipercaya menjadi tuan rumah, hal ini juga akan membawa dampak positif dari sisi pariwisata dan ekonomi. Ribuan fans sepak bola Asia diperkirakan akan datang, membuka peluang besar bagi industri hotel, transportasi, hingga UMKM lokal.
Jadi, benarkah Qatar akan dicoret sebagai tuan rumah? Hingga kini AFC belum mengeluarkan keputusan resmi. Namun, jika benar dipindahkan, Indonesia bisa saja jadi pilihan utama!












