PROGRES.ID – Apakah kamu punya teman atau keluarga penggemar Warriors yang selalu mengeluh, “Kita butuh big man!” setiap kali tim ini kalah rebound? Sudah coba menghiburnya tapi tetap gagal?
Tenang, kini hadir solusi sederhana dari Coach Steve Kerr yang bisa kamu kutip untuk membuat mereka lebih paham!
Berikut kutipan Kerr saat sesi wawancara di Utah yang dinukil dari Letsgowarriors.com.
Kunci Gerakan Steph Curry dan Adaptasi Pemain
Saat ditanya tentang keunikan gerakan Curry, Steve Kerr menjelaskan bahwa bahkan pemain berpengalaman sekalipun butuh waktu untuk beradaptasi dengan gaya bermainnya. Bukan hanya soal keterampilan on-ball dan off-ball Curry, tapi apa yang terjadi setelah ia melepas bola juga penting.
“Begitu Steph memberikan bola, kamu harus sadar apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Jika dia berlari ke arahmu, langsung saja set screen untuknya. Seringkali, dua pemain lawan akan mengejarnya, dan kamu justru bisa mendapatkan layup dari situ,” jelas Kerr.
Menurut Kerr, kemampuan untuk cepat membaca situasi seperti ini membuat para pemain seperti Andre Iguodala, Shaun Livingston, David West, dan Zaza Pachulia begitu berharga di masa kejayaan Warriors.
Mereka adalah contoh pemain dengan IQ tinggi yang cepat beradaptasi dengan sistem tim. Warriors kini mencari pemain muda dengan ‘feel’ yang serupa untuk melanjutkan tradisi ini.
Membangun Kecepatan tanpa Tergesa-gesa
Dalam wawancara, Kerr juga membahas perubahan dalam gaya permainan Warriors. Meskipun mereka selalu berusaha mendorong bola secepat mungkin ke depan, tujuan tahun ini adalah bermain lebih terorganisir.
“Semakin cepat bola bergerak, semakin mudah untuk menyerang. Tapi bukan berarti kita boleh asal tembak – kecuali kamu Steph. Kalau kamu Steph, kamu bisa tembak dari mana saja,” canda Kerr.
Dengan struktur yang lebih rapi, Warriors ingin memastikan setiap posisi memiliki tujuan yang jelas, tanpa mengorbankan kreativitas yang selama ini jadi ciri khas mereka.
Rotasi Pemain dan Tantangan di Lapangan
Ditanya soal rotasi 12 pemain, Kerr menjelaskan bahwa mereka selalu membuat rencana awal sebelum pertandingan, tetapi harus siap beradaptasi.
“Kadang ada kejadian tak terduga, seperti Moses Moody yang langsung terkena tiga foul. Jadi kami harus mengubah rencana di tengah pertandingan,” ujar Kerr. Fleksibilitas seperti ini menurutnya penting untuk menjaga energi tim tetap tinggi di setiap penguasaan bola.
Relasi Kerr dengan Will Hardy dan Refleksi Soal Klay Thompson
Kerr juga bercerita tentang hubungannya dengan Will Hardy, pelatih muda Utah Jazz. Keduanya punya ikatan kuat sejak bekerja sama dalam Piala Dunia 2019 dan Olimpiade Tokyo.
“Will adalah salah satu pelatih paling cerdas yang pernah saya temui. Dia punya masa depan cerah, terutama ketika Jazz mulai keluar dari fase pembangunan kembali,” ungkap Kerr.
Saat ditanya tentang Klay Thompson, Kerr merasa aneh melihat Klay dengan seragam dan nomor baru. “Tapi saya senang untuknya, kecuali saat dia bermain melawan kita. Saya selalu berharap yang terbaik untuk Klay,” katanya.












