PROGRES.ID, BENGKULU — Langkah tenang seorang guru dari ruang kelas madrasah mengantarkannya ke panggung akademik tertinggi. Dr. Abdul Yongky Syaputra, S.Pd, M.Pd.Gr, guru Bahasa Inggris di MTsN 2 Kota Bengkulu, berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka di Universitas Bengkulu, Jumat (24/4/2026).
Capaian ini terasa istimewa karena diraih saat usianya belum genap 32 tahun. Di usia muda, ia tidak hanya menyelesaikan pendidikan tertinggi, tetapi juga membuktikan bahwa dedikasi seorang guru dapat melahirkan karya ilmiah yang berdampak bagi dunia pendidikan.
“Saya ingin membuktikan bahwa dari ruang kelas sederhana pun bisa lahir gagasan besar yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujar suami dari Ponda Tiara Wulandari ini usai sidang terbuka di Gedung Lab. Pembelajaran FKIP Unib.
Berangkat dari pengalaman mengajar di madrasah, ia mengangkat penelitian tentang pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris yang memadukan nilai-nilai Islami dengan pendekatan Project-Based Learning (PjBL). Baginya, pembelajaran bahasa tidak sekadar soal kemampuan berbicara, tetapi juga tentang membentuk karakter siswa.
Melalui pendekatan tersebut, siswa didorong untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi, sekaligus tetap menjunjung etika dan nilai keislaman. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa metode ini tidak hanya efektif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pembelajaran di madrasah.

Perjalanan ayah dua anak ini tak lepas dari akar budaya dan keluarga yang kuat. Ia merupakan putra dari pasangan pendidik dengan latar belakang budaya Serawai dan Rejang. Nilai kerja keras, kesantunan, dan kecintaan terhadap ilmu menjadi bekal yang terus ia bawa dalam setiap langkahnya.
Sebagai anak bungsu, ia tumbuh dalam lingkungan yang menempatkan pendidikan sebagai jalan untuk mengubah masa depan. Dari sanalah tekadnya terbentuk bahwa menjadi guru bukan batas, melainkan pintu untuk terus berkembang.
“Usia muda bukan alasan untuk menunda mimpi. Justru di masa itulah kita punya kesempatan terbesar untuk berjuang dan menghasilkan sesuatu yang berarti,” tuturnya.
Disertasi yang ia kembangkan dinilai memiliki kualitas baik dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Lebih dari sekadar karya akademik, penelitian tersebut lahir dari pengalaman nyata di kelas dan kembali memberi manfaat bagi dunia pendidikan.
Kini, keberhasilannya menjadi kebanggaan bagi keluarga, madrasah, dan masyarakat Bengkulu. Sosoknya hadir sebagai pengingat bahwa perjalanan besar bisa dimulai dari tempat sederhana, selama ada kemauan untuk belajar, berusaha, dan tidak berhenti melangkah.












