PROGRES.ID, BENGKULU – Di sebuah rumah sederhana di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, doa dan harapan tak pernah berhenti dipanjatkan oleh Bapak Syapwan dan Ibu Sanariah untuk masa depan anak-anak mereka. Pasangan yang dikenal bersahaja itu kini merasakan kebahagiaan besar setelah dua buah hati mereka berhasil meraih gelar doktor.
Kebahagiaan tersebut semakin lengkap usai putri mereka, Dr. Syisva Nurwita, S.Pd.I., M.Pd., resmi menyandang gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Program Doktor Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu pada Selasa (12/05/2026).
Sebelumnya, sang adik, Dr. Abdul Yongky Syaputra, S.Pd., M.Pd., Gr., juga lebih dahulu menorehkan prestasi akademik dengan menyelesaikan pendidikan doktor di usia muda.
Bagi keluarga ini, capaian tersebut bukan sekadar tentang gelar akademik. Perjalanan panjang itu menjadi buah dari kerja keras, doa, dan nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan sejak kecil di tengah kesederhanaan keluarga.
Pendidikan Jadi Jalan Pengabdian

Bapak Syapwan dan Ibu Sanariah dikenal sebagai sosok orang tua yang menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam kehidupan keluarga. Meski hidup sederhana, keduanya percaya ilmu pengetahuan dapat menjadi jalan untuk memperbaiki kehidupan sekaligus memberi manfaat bagi orang lain.
Nilai-nilai itulah yang tumbuh kuat dalam diri kedua anak mereka.
Dr. Syisva Nurwita kini dikenal sebagai akademisi yang menaruh perhatian besar pada dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sebagai dosen di Universitas Dehasen (UNIVED) Bengkulu, ia banyak meneliti tentang perkembangan anak, pendidikan karakter, hingga nilai moral dan sosial-emosional peserta didik.
Menurutnya, pendidikan karakter seorang anak berawal dari lingkungan keluarga.
“Nilai-nilai moral yang saya pelajari dan ajarkan hari ini tidak terlepas dari keteladanan dan doa orang tua kami,” ungkapnya.
Sementara itu, sang adik, Dr. Abdul Yongky Syaputra, memilih fokus pada pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan madrasah. Ia dikenal aktif sebagai guru, akademisi, sekaligus penulis yang menaruh perhatian pada penguatan pendidikan berbasis nilai keislaman.
Meski menempuh bidang keilmuan berbeda, keduanya memiliki semangat yang sama: menjadikan pendidikan sebagai bentuk pengabdian.
Peran Orang Tua di Balik Kesuksesan Anak
Di balik keberhasilan dua anak meraih gelar doktor, tersimpan perjuangan panjang orang tua yang mungkin tidak banyak terlihat.
Bapak Syapwan dan Ibu Sanariah menjalani peran mereka dengan sederhana. Mereka mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan hidup. Tidak ada kemewahan berlebihan, tetapi rumah mereka dipenuhi nasihat, doa, dan semangat untuk terus belajar.
Kisah keluarga ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan anak tidak selalu lahir dari keadaan serba berkecukupan. Banyak mimpi besar justru tumbuh dari rumah sederhana yang dipenuhi dukungan dan ketulusan orang tua.
Di tengah kehidupan yang berjalan apa adanya, pasangan asal Kepahiang itu berhasil membuktikan bahwa pendidikan keluarga memiliki pengaruh besar dalam membentuk masa depan anak.
Inspirasi dari Kepahiang untuk Banyak Keluarga
Capaian dua doktor dalam satu keluarga tentu menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga masyarakat Kepahiang dan Bengkulu.
Kisah ini menghadirkan inspirasi bahwa anak-anak daerah memiliki peluang yang sama untuk meraih pendidikan tinggi selama ada kemauan, kerja keras, dan dukungan keluarga.
Lebih dari sekadar prestasi akademik, perjalanan keluarga Bapak Syapwan dan Ibu Sanariah juga menggambarkan arti penting peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Dari rumah sederhana di Kepahiang, lahir dua insan pendidikan yang kini mengabdikan diri untuk dunia akademik. Di balik gelar besar yang mereka sandang, ada doa panjang orang tua yang terus bekerja dalam diam.












