Home / Humaniora / Regional

Selasa, 16 Juli 2019 - 21:08 WIB

Cegah Budaya Hedonisme Remaja, Koramil 06/Margoyoso Beri Wawasan Kebangsaan

Kopda Supriyadi dari Koramil Margoyoso memberikan wawasan kebangsaan kepada peserta didik baru di MI Manbaul Huda, Pati (Foto: Pelda Syaiful/PROGRES.ID)

Kopda Supriyadi dari Koramil Margoyoso memberikan wawasan kebangsaan kepada peserta didik baru di MI Manbaul Huda, Pati (Foto: Pelda Syaiful/PROGRES.ID)

Kopda Supriyadi memberikan

Kopda Supriyadi dari Koramil Margoyoso memberikan wawasan kebangsaan kepada peserta didik baru di MI Manbaul Huda, Pati (Foto: Pelda Syaiful/PROGRES.ID)

PATI, PROGRES.ID – Budaya hedonisme yang menjangkiti remaja yang mayoritas adalah usia pelajar tingkat SMP dan SMA cukup menyeramkan. Pemandangan remaja-remaja ini bergerombol merokok di luar sekolah tidak sulit ditemukan. Hal inilah yang mendorong sekolah bersama Koramil 06/Margoyoso memberikan pencerahan moral sekaligus memberi wawasan bela negara.

Pada Senin (15/07/2019), Koptu Supriyadi memberikan wawasan kebangsaan tersebut di Madrasah Ibtida’iyah (MI) Manbaul Huda Desa Tunjungrejo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Baca Juga |  Di Kabupaten Pati, Madrasah Terpadu di Desa Ini Akan Fokus Bangun Mental Islami

Koptu Supriyadi berujar, pergaulan negatif sekelompok anak saat jam belajar mengajar di luar sekolah merupakan penanda hilangnya gairah belajar dan munculnya mental keroyokan yang ditafsirkan secara salah. Remaja itu menilai perkumpulan mereka sebagai bagian dari bertoleransi sesama teman.

“Sudah banyak kasus perilaku merokok pada pelajar disebabkan karena salah pergaulan dengan dalih berkenalan dengan rokok karena ingin berpartisipasi pada sekelompok remaja tertentu guna menjaga eksistensi pergaulan dan keinginan pribadi,” ujar Koptu Supriyadi.

Baca Juga |  Bupati Mian Temui Gubernur Bengkulu Bahas Usulan Revitalisasi Pasar Purwodadi – PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU

Dalam kesempatan yang sama, Kepala MI Manbaul Huda Fauzatun menuturkan bahwa untuk menekan jumlah remaja yang berperilaku negatif itu tak hanya tanggung jawab guru, namun juga semua kalangan. Meski demikian, sekolah tetap membangun terobosan agar dapat mencegah perilaku negatif itu tak lagi diminati.

“Inilah tugas kami sebagai tenaga pendidik, terutama sekolah, bagaimana membuat skema terobosan yang lebih menarik dan lebih banyak, sehingga kami dapat mengantisipasi kenakalan siswa sejak usia dini. Sekolah dituntut membuat skema belajar, baik dalam konteks kurikulum, maupun ekstrakurikulum yang saat ini kami lakukan mengadakan MoU dengan pihak Koramil dan Polsek guna pencegahan sejak dini,” kata Fauzatun.(ipl)

Share :

Baca Juga

Janner Purba

Hukum

Janner Dikenal Sebagai Sosok yang Ramah
Pendam V/Brawijaya

Regional

Tinjau Pengerjaan TMMD di Sumenep, Kadispenad dan Kapendam V/Brawijaya Sempatkan Ziarah
Dewi Ilmiawati

Regional

Warga Seluma Antusias Cetak KIA, Antrean di Dukcapil Kian Membludak
Ilustrasi perdagangan manusia

Humaniora

Pandemi Berlanjut, Perdagangan Manusia Memburuk?
Gubernur bicara media siber

Berita Utama

Sudah 3 Organisasi Media Siber Berdiri di Bengkulu, Rohidin: Harus Ubah Pola Pikir
Tangkuban perahu

Humaniora

Tangkuban Parahu Bandung Ditutup Sementara Pasca Erupsi
Tim menembak Kodim Pati

Regional

Lomba Tembak Piala Kapolda Jateng, Kolaborasi Polres dan Kodim Pati Sabet Juara II

Regional

Vaksinasi Massal Pulau Enggano, Gubernur Bengkulu akan Turun Langsung – PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU