PROGRES.ID – Sebuah video berdurasi 3 menit 39 detik yang memperlihatkan dua pelajar SMP di Martapura, Kabupaten Banjar, mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Dalam video yang viral tersebut, kedua pelajar yang mengenakan seragam pramuka diduga melakukan tindakan tidak senonoh yang menyerupai hubungan suami istri.
Kejadian ini baru diketahui oleh pihak sekolah pada 20 September 2024. Menurut kepala sekolah yang identitasnya dirahasiakan, mereka langsung mengambil tindakan setelah mengetahui insiden tersebut.
“Kedua pelajar tersebut saat ini sudah tidak bersekolah di sini lagi,” ujar kepala sekolah. Ia juga menegaskan bahwa kedua siswa tersebut tidak dikeluarkan secara paksa, melainkan berdasarkan surat pernyataan yang telah ditandatangani siswa dan orang tua sebelum mereka masuk sekolah.
Klarifikasi Lokasi Kejadian dan Tindakan Sekolah
Sang kepala sekolah juga menjelaskan bahwa lokasi kejadian yang terlihat dalam video bukan berada di lingkungan sekolah.
Secara terpisah, Liana Penny, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, turut memberikan klarifikasi.
Ia menyatakan bahwa masalah ini sebenarnya sudah diselesaikan dengan pihak orang tua siswa pada bulan sebelumnya.
“Sayangnya, ada pihak yang kembali menyebarkan isu tersebut, padahal kejadian ini tidak terjadi di sekolah,” kata Liana saat dihubungi oleh pojokbanua pada Jumat (11/10/2024).
Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan telah memanggil orang tua siswa, dan setelah melalui diskusi kekeluargaan, orang tua memutuskan untuk memindahkan anak mereka dari sekolah tersebut.
Liana juga menambahkan bahwa langkah-langkah pencegahan, seperti sosialisasi tentang cyber crime dan kenakalan remaja yang diadakan bersama Polres dan Dinas Pemberdayaan Anak, sudah dilakukan secara rutin oleh pihak sekolah.
Pentingnya Edukasi dan Pengawasan bagi Remaja
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya peran serta berbagai pihak dalam membentuk karakter dan moral anak-anak serta remaja. Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah dan lingkungan sosial, bukan hanya di sekolah.
Oleh karena itu, peran keluarga dan masyarakat sangat krusial untuk memberikan pengawasan serta edukasi yang tepat mengenai pergaulan dan perilaku.
Sebagai orang tua dan masyarakat, penting untuk:
- Mengawasi aktivitas anak di media sosial dan internet, karena banyaknya konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
- Membangun komunikasi yang baik dengan anak, sehingga mereka merasa nyaman untuk berdiskusi tentang apapun, termasuk topik sensitif.
- Memberikan pemahaman tentang batasan pergaulan dan bahaya perilaku yang tidak pantas melalui pendidikan moral, agama, serta nilai-nilai sosial.
- Pendidikan formal di sekolah juga perlu didukung dengan pengajaran tentang etika berinternet, bahaya cyberbullying, dan konsekuensi hukum dari penyebaran konten yang melanggar norma.
Ingatlah, remaja adalah generasi penerus bangsa. Edukasi yang tepat dan pengawasan yang bijak akan membantu mereka berkembang menjadi individu yang bertanggung jawab dan bermoral tinggi.












