Satu Pesawat Tanker AS KC-135 Dipastikan Jatuh dan Empat Kru Tewas, Satu Pesawat Lagi Selamat

favicon progres.id
pesawat tanker kc-135
Salah satu pesawat tanker AS jenis KC-135 yang selamat mendarat kembali ke Bandara Ben-Gurion, Israel namun dengan kerusakan pada bagian ekor (Foto: Telegram)

PROGRES.ID – Empat awak pesawat militer Amerika Serikat dilaporkan tewas setelah pesawat pengisian bahan bakar udara milik Angkatan Udara AS jatuh di wilayah Irak. Insiden tragis tersebut terjadi pada Kamis dan diumumkan secara resmi oleh United States Central Command (CENTCOM) pada Jumat, 13 Maret 2026.

Pesawat yang terlibat adalah Boeing KC-135 Stratotanker, salah satu pesawat tanker utama milik United States Air Force yang digunakan untuk mengisi bahan bakar pesawat tempur di udara. Saat kejadian, pesawat tersebut membawa enam orang awak dan tengah menjalankan misi dalam operasi militer yang dikenal sebagai Operation Epic Fury.

Kronologi Jatuhnya Pesawat

Menurut keterangan resmi militer AS, pesawat tanker tersebut hilang dari radar ketika berada di wilayah udara sekutu di Irak. Dari enam awak yang berada di dalam pesawat, empat orang dipastikan meninggal dunia.

Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Namun, pihak militer Amerika menegaskan bahwa insiden tersebut tidak disebabkan oleh tembakan musuh maupun kesalahan tembakan dari pasukan sendiri.

“Keadaan insiden ini masih diselidiki, tetapi tidak ada indikasi bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh oleh musuh atau terkena tembakan dari pihak sendiri,” kata pejabat CENTCOM seperti dikutip dari laporan The New York Post.

Dua Pesawat Terlibat

Militer AS juga mengungkapkan bahwa terdapat dua pesawat tanker yang terlibat dalam misi tersebut. Pesawat kedua, yang juga merupakan KC-135, dilaporkan berhasil mendarat dengan selamat.

Identitas para korban belum diumumkan kepada publik. Pihak militer menyatakan bahwa nama-nama awak akan dirilis setelah keluarga korban menerima pemberitahuan resmi.

Sementara itu, kondisi dua awak lainnya belum dijelaskan secara rinci oleh pihak militer.

Klaim Kelompok Perlawanan Irak

Di sisi lain, sebuah kelompok milisi yang menamakan diri Islamic Resistance in Iraq mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat tanker tersebut.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis malam, kelompok itu menyebut serangan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembelaan terhadap kedaulatan dan wilayah udara Irak.

Namun, hingga saat ini, klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh militer Amerika Serikat.

Korban Militer AS Bertambah

Insiden jatuhnya pesawat KC-135 ini menambah daftar korban jiwa militer Amerika sejak dimulainya Operation Epic Fury pada 28 Februari lalu.

Sebelumnya, enam anggota Cadangan Angkatan Darat AS dilaporkan tewas setelah serangan drone menghantam pangkalan militer Amerika di Kuwait pada hari pertama operasi.

Selain itu, satu personel militer AS lainnya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya dalam serangan terhadap fasilitas militer Amerika di Arab Saudi pada awal Maret.

Dengan tambahan empat korban terbaru ini, total korban jiwa militer Amerika dalam operasi tersebut kini mencapai 11 orang, menandai meningkatnya ketegangan dan risiko di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *