PROGRES.ID – Amerika Serikat dan Iran kini berpacu dalam operasi pencarian seorang awak pesawat tempur Amerika yang masih hilang setelah jet tempur AS ditembak jatuh di wilayah barat daya Iran. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Media pemerintah Iran menyatakan sistem pertahanan udara mereka menembak jatuh pesawat tempur F-15 milik Amerika Serikat yang terbang di atas wilayah pegunungan di barat daya negara itu. Televisi pemerintah Iran juga menayangkan gambar yang diklaim sebagai puing-puing pesawat yang jatuh, termasuk kursi pelontar. Namun, gambar tersebut belum diverifikasi secara independen.
BBC News menyebut, pejabat Amerika Serikat mengatakan satu awak pesawat, yaitu pilot, berhasil ditemukan dan diselamatkan melalui operasi penyelamatan tempur. Namun, helikopter penyelamat dilaporkan terkena tembakan dari darat sehingga menyebabkan beberapa awak helikopter terluka. Sementara itu, satu awak lainnya masih belum ditemukan dan saat ini menjadi fokus pencarian.
Dalam operasi tersebut, helikopter Pavehawk milik militer AS terlihat ditembaki dari darat saat melakukan pencarian. Pesawat lain yang terlibat dalam operasi, yakni A-10 Warthog, juga terkena tembakan. Pilot A-10 dilaporkan sempat melontarkan diri di atas teluk dan berhasil diselamatkan.
Pemerintah Iran dilaporkan telah menutup area luas di lokasi jatuhnya pesawat dan mengerahkan pasukan serta warga setempat untuk mencari awak pesawat yang hilang. Media pemerintah Iran bahkan menyiarkan pesan yang mengajak warga membantu pencarian dan menawarkan hadiah bagi yang menemukan awak tersebut.
Pesawat F-15E Strike Eagle yang jatuh merupakan salah satu pesawat tempur canggih milik Amerika Serikat yang digunakan untuk misi pengeboman dan menghancurkan drone. Pesawat ini biasanya dioperasikan oleh dua awak, yakni pilot dan petugas sistem persenjataan.
Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump telah menerima laporan terkait insiden ini, namun tidak memberikan komentar rinci mengenai operasi penyelamatan. Trump mengatakan insiden tersebut diperkirakan tidak akan memengaruhi negosiasi dengan Iran.
Komando Pusat Militer AS sebelumnya mengklaim telah melemahkan sistem pertahanan udara Iran dan menguasai wilayah udara negara tersebut. Namun, jatuhnya pesawat tempur berawak ini menjadi kehilangan pertama yang diketahui sejak konflik dimulai dan dinilai dapat meningkatkan ketegangan konflik.
Di tengah insiden ini, situasi di Timur Tengah terus memanas. Rudal Iran dilaporkan menghantam wilayah permukiman di Israel tengah, sementara militer Israel melakukan serangan ke Beirut yang menargetkan infrastruktur Hezbollah. Ledakan besar juga dilaporkan terjadi di Teheran, dan Bahrain mengeluarkan peringatan bagi warga untuk mencari perlindungan saat sirene serangan berbunyi di seluruh negara.
Pengamat menilai nasib awak pesawat Amerika yang masih hilang dapat menjadi faktor penting yang menentukan arah konflik ke depan, di tengah meningkatnya tekanan politik di Amerika Serikat untuk segera mengakhiri perang.












