Hizbullah Terus Lakukan Serangan Presisi dengan Drone, Tentara Israel Berjatuhan

favicon progres.id
drone Hizbullah menghancurkan tentara zionis
Detik-detik tentara Israel jadi target drone FVP Hizbullah (Foto: Tangkapan Layar video Hizbullah)

PROGRES.ID – Perkembangan terbaru di medan konflik Lebanon menunjukkan perubahan signifikan dalam taktik militer kelompok Hizbullah. Melalui rekaman video yang beredar pada 27 April, kelompok tersebut memperlihatkan penggunaan drone First Person View (FPV) dalam serangan terhadap pasukan Israel di wilayah selatan Lebanon.

Video berdurasi sekitar tiga menit itu menampilkan dua operasi berbeda. Serangan pertama menargetkan sekelompok tentara Israel yang berada di dekat kendaraan lapis baja, sementara serangan kedua diarahkan ke helikopter evakuasi korban dari lokasi sebelumnya. Militer Israel mengonfirmasi adanya korban jiwa dan sejumlah personel terluka dalam insiden tersebut.

Meski serangan kedua gagal mengenai sasaran secara langsung, rekaman tersebut dinilai mencerminkan peningkatan kemampuan operasional Hizbullah dalam memanfaatkan teknologi drone murah untuk menghadapi kekuatan militer yang lebih unggul.

Drone FPV merupakan pesawat tanpa awak berukuran kecil yang dikendalikan oleh operator melalui tampilan video langsung dari kamera di bagian depan perangkat. Awalnya digunakan untuk keperluan sipil, teknologi ini kini berkembang menjadi alat tempur karena biaya produksinya yang relatif rendah dan mudah diakses.

Penggunaan drone jenis ini dalam konflik bukan hal baru. Adaptasi awal terjadi dalam perang di Suriah, namun penggunaannya semakin meluas sejak konflik Rusia-Ukraina pada 2022. Dalam perang tersebut, drone FPV terbukti mampu menghancurkan kendaraan militer bernilai jutaan dolar dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah.

Hizbullah diketahui telah memanfaatkan teknologi serupa secara terbatas dalam konflik sebelumnya, terutama untuk menyerang target statis seperti radar dan sistem pengawasan. Namun, dalam perkembangan terbaru, penggunaan drone FPV mulai diarahkan ke target bergerak, termasuk personel militer dan kendaraan tempur.

Pengamat militer menilai, perubahan ini merupakan bagian dari strategi perang asimetris yang telah lama menjadi ciri khas Hizbullah. Dengan memanfaatkan medan geografis Lebanon yang berbukit dan kompleks, operator drone dapat melancarkan serangan dari jarak jauh tanpa harus terlibat langsung di garis depan.

Selain dampak taktis, penggunaan drone FPV juga dinilai memberikan efek psikologis yang signifikan. Suara khas drone dan kemampuannya untuk mengejar target secara langsung menciptakan tekanan mental bagi pasukan di lapangan, termasuk di area yang sebelumnya dianggap aman.

Di sisi lain, sistem pertahanan udara konvensional dinilai belum efektif dalam menghadapi ancaman drone kecil ini. Ukurannya yang kecil, kemampuan terbang rendah, serta pergerakan yang tidak terduga membuat drone FPV sulit dideteksi dan diintersepsi.

rekaman drone
Hizbullah merilis video penghancuran gudang amunisi Israel di Lebanon Selatan

Seiring berlanjutnya konflik, penggunaan drone FPV diperkirakan akan semakin intensif. Hizbullah disebut terus mengembangkan taktik dan teknologi, termasuk meningkatkan jangkauan serta akurasi serangan.

Situasi ini menandai perubahan dinamika peperangan modern, di mana teknologi berbiaya rendah mampu memberikan dampak signifikan terhadap kekuatan militer yang lebih besar. Bagi Israel, perkembangan tersebut menjadi tantangan baru dalam menjaga keamanan pasukan di wilayah konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *