PROGRES.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sembilan pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026) sore. Perombakan ini menjadi reshuffle kedelapan Kabinet Merah Putih sejak pemerintahan Prabowo-Gibran dimulai pada Oktober 2024, hanya dua minggu setelah reshuffle sebelumnya pada 1 Oktober.⁠Cnnindonesia

Pelantikan didasarkan pada sejumlah Keputusan Presiden (Keppres) yang ditandatangani sehari sebelumnya. Acara digelar dengan khidmat, diawali lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan para pejabat tinggi negara.

Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik

Berikut sembilan pejabat yang dilantik berdasarkan laporan dari sejumlah sumber:

  1. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak — Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.
  2. Jenderal TNI Tandyo Budi Revita — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
  3. Marsekal TNI Yusuf Jauhari — Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi.
  4. Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon — Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.
  5. Dr. Alim Setiawan Slamet — Wakil Menteri Pertanian (sebelumnya Rektor IPB University).
  6. M. Maulana Bungaran, S.H., M.H. — Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (mantan anggota tim hukum Prabowo pada sengketa Pilpres 2024).
  7. Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menggantikan Letjen Suharyanto.
  8. Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko — Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional.
  9. Mayor Jenderal TNI Sriyanto — Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove

Sorotan Perubahan Strategis

Perubahan paling mencolok terjadi di lingkungan TNI. Jenderal Maruli Simanjuntak dan Jenderal Tandyo Budi Revita saling bertukar posisi: Tandyo yang sebelumnya Wakil Panglima kini menjadi KSAD, sementara Maruli naik menjadi Wakil Panglima sekaligus memegang tanggung jawab pengelolaan perbatasan dan daerah terpencil.

Di Kementerian Pertahanan, dua wakil menteri baru dilantik untuk memperkuat bidang logistik, industri pertahanan, serta strategi dan pembangunan kekuatan. Sementara di sektor sipil, masuknya Rektor IPB Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian dan pengacara Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menambah warna akademisi dan hukum dalam kabinet.

Pergantian Kepala BNPB juga menjadi perhatian, terutama setelah isu terkait pengelolaan dana kebencanaan yang sempat mencuat. Kristomei Sianturi, yang sebelumnya menjabat Pangdam XXI/Radin Inten, dipercaya memimpin lembaga tersebut.⁠

Konteks Reshuffle yang Sering Dilakukan

Ini merupakan perombakan kedelapan dalam kurang dari dua tahun pemerintahan. Sebelumnya, reshuffle ketujuh pada 1 Oktober 2026 menyentuh posisi menteri koordinator, menteri teknis, hingga pimpinan Polri. Frekuensi perombakan ini menunjukkan pendekatan Prabowo yang dinamis dalam menata kabinet, meskipun sebagian pengamat menilai efektivitas dan efisiensi masih perlu dibuktikan di lapangan.

Pelantikan hari ini memperkuat nuansa militer di sejumlah posisi strategis sambil membuka ruang bagi profesional sipil dari dunia akademik dan hukum. Pemerintah belum memberikan penjelasan detail mengenai alasan spesifik setiap pergantian, namun pejabat Istana menegaskan bahwa seluruh penempatan merupakan hak prerogatif Presiden demi kepentingan optimalisasi kinerja pemerintahan.