Gubernur Rohidin: Generasi Budaya Rejang Harus Terus Menjaga Nilai-Nilai Leluhur

Prosesi adat Pancung Tebu
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyaksikan Bupati Rejang Lebong memotong tebu pada prosesi adat Pancung Tebu (Foto: Media Center Pemprov Bengkulu)

BENGKULU, PROGRES.ID –¬†Prosesi adat Pancung Tebu menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Curup yang ke-143. Prosesi tersebut dilaksanakan di panggung utama lapangan Dwi Tunggal Sabtu, (27/5/2023) malam.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang turut hadir dalam prosesi ini menyampaikan bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung dalam prosesi adat ini sangat sakral.

Bacaan Lainnya

Rohidin berpesan agar generasi muda Rejang dapat terus untuk melestarikan budaya-budaya Rejang dan menjadi pemimpin masa depan Bengkulu.

“Saya pesankan adik-adik, anak-anak, keponakan, masyarakat Rejang tolong dijaga nilai-nilai leluhur seperti ini, saya pimpinan Bengkulu ada batasnya waktu, maka saya ingin memunculkan kepemimpinan di masa yang akan datang yang visioner, mengerti wilayah bisa membangun kebersamaan, siapa itu tentunya generasi muda masyarakat Rejang ini,” pesan Gubernur Rohidin.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat menyampaikan sambutan pada acara adat pancung tebu di Rejang Lebong (Foto: Media Center Pemprov Bengkulu)

Prosesi Pancung Tebu diawali dengan penampilan Tari Kejei, yang dilanjutkan dengan pemotongan tebu oleh Bupati Rejang Lebong yang disaksikan oleh Gubernur Bengkulu beserta rombongan.

Tampak antusiasme masyarakat Rejang Lebong sangat tinggi untuk menyaksikan prosesi Pancung Tebu yang merupakan tanda berakhirnya perayaan HUT Kota Curup.

Sementara itu Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendi mengungkapkan bahwa setiap tanggal 29 Mei selalu diperingati sebagai HUT Kota Curup. Tentu ajang ini dimanfaatkan semaksimal mungkin, semua komponen baik adat istiadat dan seni dan budaya, namun lebih kepada itu memamerkan khas-khas daerah ataupun kerajinan-kerajinan.

“Kegiatan ini mermanfaat sekali, baik dari sisi mengenal adat istiadat, seni dan budaya, lebih daripada itu akan berdampak positif, terhadap perekonomian masyarakat Rejang Lebong secara keseluruhan,” jelas Bupati Syamsul Effendi.

Selain pagelaran malam Pancung Tebu, pada agenda ini juga dilakukan pembagian hadiah kepada para pemenang berbagai lomba yang diadakan Pemkab Rejang Lebong seperti lomba lagu berbahasa Rejang, Dangdut, Lomba miniatur rumah daerah juga perlombaan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.