PROGRES.ID – Maluku Utara diguncang kabar duka setelah calon gubernur nomor urut 4, Benny Laos, tewas dalam insiden tragis.
Speedboat yang ditumpangi Benny bersama rombongannya meledak dan terbakar saat akan memulai kegiatan kampanye di Pelabuhan Regional Bobong, Desa Bobong, Sabtu siang.
Ledakan hebat itu langsung merenggut nyawa Benny di tempat, meninggalkan keterkejutan di tengah suasana politik jelang pemilihan.
Kapolres Pulau Taliabu AKBP Totok Handoyo menjelaskan bahwa kebakaran bermula ketika operator speedboat sedang mengisi bahan bakar. Tanpa diduga, api tiba-tiba menyambar dan membakar seluruh kapal dengan cepat.
“Paslon bersama rombongan sudah berada dalam speedboat saat pengisian BBM berlangsung. Tiba-tiba terjadi ledakan hebat disertai kobaran api,” ujar Totok dalam keterangan tertulis.
Rombongan yang dipimpin Benny Laos rencananya akan berangkat menuju Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, untuk melanjutkan agenda kampanye. Namun, belum sempat berlayar, insiden fatal ini terjadi.
Selain Benny Laos, tragedi tersebut juga menewaskan empat orang lainnya, yaitu:
- Ester, anggota DPRD Maluku Utara
- Mubin A. Wahid, Ketua DPW PPP Maluku Utara
- Bripka Hamdani Buamonabot, anggota Polres Kepulauan Sula
- Operator speedboat
Kampanye Berubah Jadi Tragedi

Kejadian ini menimbulkan duka mendalam dan menjadi pukulan besar bagi dinamika politik di Maluku Utara. Selain kehilangan sosok Benny Laos, yang dikenal sebagai figur berpengaruh dalam pemilu tahun ini, peristiwa ini juga membawa dampak signifikan bagi partai-partai pendukung.
Belum ada pernyataan resmi terkait penyebab pasti ledakan. Penyelidikan lebih lanjut akan segera dilakukan oleh pihak berwenang untuk mencari tahu apakah ada unsur kelalaian atau faktor teknis lain dalam insiden tersebut.
Kematian Benny Laos meninggalkan kesedihan mendalam bagi para pendukungnya, sekaligus mempertegas betapa rentannya kegiatan kampanye di daerah terpencil.
Tragedi ini juga menambah daftar panjang insiden berbahaya yang melibatkan penggunaan transportasi laut di Indonesia.
Pemilihan gubernur Maluku Utara yang semula berjalan ketat kini menyisakan ketidakpastian, sekaligus menambah atmosfer duka di tengah persaingan politik.












