Bisnis  

Saham CDIA Melonjak Gila-Gilaan Kurang dari Sebulan! Dari Rp190 Jadi Rp1.830

Chandra Daya Investasi Siap Gebrak Sektor Infrastruktur Asia Tenggara

favicon progres.id
ilustrasi trading saham
Ilustrasi perdagangan saham di bursa efek (Pexels)

PROGRES.ID – Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) terus mencuri perhatian pasar sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga sahamnya meroket drastis dari harga penawaran perdana (IPO) hanya Rp190 per saham, kini melambung ke level Rp1.830 per saham pada penutupan Selasa, 29 Juli 2025.

Saham CDIA Melejit 863% Sejak IPO!

Mengutip data dari RTI, saham CDIA ditutup stagnan hari ini di harga Rp1.830 per saham, setelah menyentuh level tertinggi Rp1.950 dan terendah Rp1.830. Meskipun tidak bergerak, nilai transaksinya mencengangkan: Rp759,4 miliar dengan frekuensi perdagangan mencapai 74.373 kali dan volume 5,3 juta saham. Kapitalisasi pasar CDIA pun kini telah menembus angka Rp228,44 triliun!

Dengan kenaikan harga mencapai 863,15% sejak IPO, investor yang membeli di harga awal Rp190 tentu kini meraup cuan besar. Misalnya, jika Anda membeli 1 lot (100 lembar) di harga IPO, maka kini potensi keuntungan Anda mencapai Rp183.000 hanya dari satu lot!

IHSG Ikut Menguat Tipis, Saham CDIA Tetap Bersinar

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga ditutup menguat tipis sebesar 0,04% ke posisi 7.617,90. Indeks LQ45 naik 0,23% ke 805,05. Dari total perdagangan hari ini, tercatat 305 saham melemah, 289 saham menguat, dan 208 stagnan. Nilai transaksi harian mencapai Rp14,3 triliun dengan volume 27,1 miliar saham. Kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp16.384.

IPO Sukses Besar: Oversubscribe 563 Kali!

Kesuksesan saham CDIA bukan hanya terjadi di pasar sekunder. Saat penawaran umum perdana (IPO), minat investor begitu tinggi. CDI Group berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,37 triliun melalui penerbitan 12,48 miliar saham dengan harga Rp190 per saham. Antusiasme investor terlihat dari oversubscription yang mencapai 563,64 kali dari jatah yang disediakan. Tak kurang dari 400.126 investor ikut serta dalam masa penawaran 2–7 Juli 2025.

Presiden Direktur CDI Group, Fransiskus Ruly Aryawan, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan investor dan menyebut IPO ini sebagai tonggak penting bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan para investor dalam proses IPO ini. Ini menjadi langkah awal menuju ekspansi berkelanjutan,” ungkap Ruly.

Fokus pada Infrastruktur Strategis di Asia Tenggara

CDI Group menargetkan untuk menjadi pemain kunci dalam sektor infrastruktur di Asia Tenggara. Dengan pertumbuhan industri yang kian pesat di kawasan ini, terutama Indonesia, kebutuhan terhadap solusi logistik, kepelabuhanan, energi, dan air semakin meningkat. CDI melihat peluang besar untuk menjadi penyedia layanan infrastruktur terintegrasi yang relevan dan inovatif.

“Kami bertekad memperkuat posisi kami di sektor infrastruktur yang tengah berkembang pesat ini,” jelas Ruly.

Alokasi Dana IPO: Logistik, Pelabuhan, dan Infrastruktur Energi

Dana hasil IPO akan dimanfaatkan secara strategis untuk ekspansi lini bisnis, termasuk:

  • Rp871,76 miliar untuk pengembangan sektor logistik, termasuk penyertaan modal ke anak usaha guna pembelian kapal dan operasional.
  • Rp1,48 triliun diarahkan untuk pengembangan pelabuhan dan fasilitas penyimpanan seperti tangki, pipa Ethylene, serta infrastruktur penunjang lainnya di kawasan industri utama.

Komitmen pada Infrastruktur Berkelanjutan

CDI Group menegaskan visinya sebagai penyedia solusi infrastruktur berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan industri sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Kami siap menjadi mitra strategis pertumbuhan industri masa depan melalui infrastruktur yang relevan, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tutup Ruly.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *