PROGRES.ID, Jakarta – Saham emiten properti milik pengusaha Hermanto Tanoko, yakni PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau Tanrise, kembali menjadi sorotan. Pada perdagangan Jumat (17/10/2025), saham RISE melonjak 9,91% hingga menyentuh level Rp 6.100 per saham, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Ini menarik, terlebih Index Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk, meninggalkan level 8000 dan semua sektor memerah.
Saham Tanrise kini masuk ke papan pemantauan khusus Full Call Auction (FCA) sejak 10 Oktober 2025, dengan batas atas dan bawah pergerakan harga hingga 100%. Sejak masuk ke FCA, saham ini nyaris setiap hari menembus Auto Reject Atas (ARA) — menandakan minat beli yang sangat tinggi.
Melesat 447% dalam Sebulan
Dalam sepekan terakhir, saham RISE melesat 60,10%, sementara dalam kurun waktu sebulan terakhir nilainya melonjak hampir 447% (tepatnya 447,09%).
Data laporan bulanan per 30 September 2025 menunjukkan, PT Tancorp Global Sentosa — perusahaan milik Hermanto Tanoko — menguasai 80,30% saham RISE, sedangkan 19,7% sisanya dimiliki oleh publik dengan total 471 pemegang saham.
Dengan struktur kepemilikan tersebut, Hermanto Tanoko menjadi penerima manfaat utama (ultimate beneficial owner) dari RISE.
Kinerja Keuangan Cemerlang
Dari sisi fundamental, kinerja keuangan Tanrise di semester I-2025 terbilang impresif.
Pendapatan usaha perusahaan meningkat 52% menjadi Rp 213,92 miliar, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 283% menjadi Rp 33,09 miliar.
Kenaikan kinerja tersebut menunjukkan optimisme pasar terhadap prospek bisnis Tanrise di sektor properti yang terus berkembang, terutama di wilayah-wilayah strategis di Indonesia.
BEI Minta Penjelasan atas Volatilitas Saham RISE
Lonjakan harga saham yang signifikan ini membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi resmi dari manajemen RISE.
Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah mengenai kemungkinan adanya tindakan korporasi dalam waktu dekat, terutama yang berpotensi memengaruhi pencatatan saham di bursa dalam tiga bulan mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Perusahaan RISE, Herliani Prayogo, menegaskan bahwa perusahaan memang sedang fokus pada pengembangan bisnis dan ekspansi proyek strategis.
Tanrise Siapkan Ekspansi Besar-Besaran
“Perseroan bersama entitas anak akan terus melakukan pengembangan usaha melalui lahan-lahan strategis seperti proyek Tanrise City di Bandung, Tanrise City di Sidoarjo, kawasan industri di Banjarbaru, Kalimantan, serta resor Taman Dayu,” jelas Herliani dalam keterbukaan informasi di BEI.
Ia menambahkan, saat ini manajemen masih melakukan kajian atas berbagai alternatif pendanaan untuk mendukung ekspansi tersebut.
Namun, hingga kini belum ada rencana definitif mengenai pelaksanaan tindakan korporasi dalam waktu dekat.
“Apabila nantinya Perseroan akan melakukan aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham di bursa, maka seluruh proses akan dilaksanakan sesuai ketentuan OJK dan peraturan Bursa Efek Indonesia,” tegas Herliani.
Investor Terus Pantau Aksi Saham RISE
Dengan kinerja keuangan yang impresif dan rencana ekspansi agresif, saham Tanrise (RISE) kini menjadi salah satu yang paling menarik di sektor properti.
Namun, para analis tetap mengingatkan investor untuk mencermati volatilitas tinggi saham ini, mengingat lonjakannya yang luar biasa dalam waktu singkat.
Lonjakan harga hampir 400% dalam sebulan menjadikan RISE sebagai salah satu saham dengan performa terbaik di BEI sepanjang Oktober 2025.












