PROGRES.ID – Langkah strategis Tjokro Group dalam memperluas portofolio bisnis akhirnya terealisasi setelah melalui anak usahanya, PT PIMSF, resmi mengambil alih saham pengendali di PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO). Aksi korporasi ini sekaligus menandai berkurangnya kepemilikan Karnadi Margaka, sang pendiri sekaligus Direktur Utama Geoprima, yang kini hanya menguasai 27 persen saham.
Divestasi besar-besaran itu dilakukan melalui penjualan 170 juta lembar saham GPSO pada 14 Oktober 2025 dengan harga pelaksanaan Rp59 per saham. Transaksi ini merupakan bagian dari rencana divestasi bertahap saham pendiri, yang dijalankan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 4 Tahun 2024.
Sebelum transaksi, Karnadi memegang 350 juta saham atau 52,49% hak suara di Geoprima. Namun, setelah penjualan tersebut, jumlah kepemilikannya berkurang menjadi 180 juta saham atau sekitar 27% hak suara.
“Transaksi ini merupakan bagian dari rencana divestasi saham pendiri yang telah kami susun secara bertahap,” ujar Karnadi Margaka dalam keterangan resminya.
Bukan Transaksi Repo, Karnadi Lepas Status Pengendali
Karnadi menegaskan bahwa penjualan saham dilakukan atas kepemilikan langsung, bukan melalui perantara maupun skema repurchase agreement (repo). Ia juga memastikan tidak lagi mempertahankan posisi sebagai pemegang saham pengendali, meskipun tetap berkomitmen mendukung arah pengembangan bisnis Geoprima di masa depan.
“Kami tetap berkomitmen mendukung keberlanjutan dan pengembangan bisnis Geoprima, meski tidak lagi menjadi pengendali,” ujarnya.
Langkah ini menandai pergeseran besar dalam struktur kepemilikan Geoprima, seiring dengan transformasi bisnis dan ekspansi yang tengah dijalankan perusahaan.
Tentang Geoprima Solusi: Pemain Penting di Industri Geospasial
Sebagai informasi, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) merupakan perusahaan teknologi yang fokus pada layanan geospasial, pemetaan, dan solusi data berbasis sistem informasi geografis (GIS).
Geoprima berperan aktif dalam berbagai proyek strategis nasional di sektor infrastruktur, pertambangan, dan perkebunan, melalui penerapan teknologi survei udara, pemetaan digital, serta analisis data spasial berpresisi tinggi.
Divestasi saham ini dipandang sebagai langkah awal menuju restrukturisasi kepemilikan, yang diharapkan mampu memperkuat fondasi keuangan dan memperluas jaringan bisnis perusahaan di pasar teknologi geospasial.
Tjokro Group Masuk Lewat PIMSF, Siap Jadi Pengendali Baru
Sebelumnya, PT PIMSF, bagian dari Tjokro Group, telah mengumumkan rencana untuk mengakuisisi saham pengendali Geoprima Solusi. Rencana itu disampaikan resmi kepada OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan jajaran direksi Geoprima pada 10 Oktober 2025.
PIMSF berencana mengambil alih sekitar 45,45 persen saham Geoprima dari total modal disetor dan ditempatkan. Setelah proses akuisisi rampung, PIMSF akan menjadi pemegang saham pengendali baru, menggantikan posisi Karnadi Margaka.
“Rencana akuisisi ini merupakan bagian dari strategi pengembangan Tjokro Group dan afiliasinya, sekaligus memperluas keterlibatan kami di sektor teknologi dan jasa geospasial,” tegas Adi Sulaiman, Direktur PIMSF.
Akan Laksanakan Tender Wajib Sesuai Aturan OJK
Sebagai tindak lanjut dari pengambilalihan ini, PIMSF memastikan akan melakukan Mandatory Tender Offer (MTO) atau penawaran tender wajib kepada seluruh pemegang saham publik Geoprima. Langkah ini sesuai dengan Peraturan OJK No. 9/POJK.04/2018 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka.
Aksi korporasi ini diprediksi akan membawa arah baru bagi Geoprima Solusi, dengan dukungan modal yang lebih kuat dan strategi ekspansi yang agresif di industri geospasial yang terus berkembang pesat.










