PROGRES.ID – Garam adalah bahan rumah tangga yang umum digunakan untuk memasak, memberi rasa, dan mengawetkan makanan. Garam juga digunakan dalam banyak proses industri. Namun, tahukah Anda bahwa garam juga bisa bersifat radioaktif?
Radioaktivitas alami dalam garam berasal dari keberadaan kalium-40, isotop radioaktif dari kalium. Kalium-40 adalah isotop kalium yang terjadi secara alami, artinya ditemukan dalam semua bahan yang mengandung kalium, termasuk garam. Jumlah kalium-40 dalam garam bervariasi tergantung pada sumber garam, tetapi biasanya sekitar 0,0117%.
Menukil modul yang ditulis Yusman Wiyatmo, M.Si dan dipublikasikan di situs staff.uny.ac.id, yang juga mengutip (Abdul Jalil Amri Arma, 2009) disebutkan bahwa, radioisotop ini dapat digunakan untuk mengukur debit air. Biasanya, radioisotop natrium-24 (Na-24) digunakan dalam bentuk garam NaCl. Dalam penggunaannya, garam ini dilarutkan ke dalam air atau lumpur yang akan diteliti debitnya. Pada tempat atau jarak tertentu, intensitas radiasi diperiksa, sehingga rentang waktu yang diperlukan untuk mencapai jarak tersebut dapat diketahui .
Radioaktivitas kalium-40 sangat rendah. Ia mengeluarkan partikel beta, yang memiliki jangkauan yang relatif pendek dan tidak sangat penetratif. Akibatnya, radiasi dari kalium-40 dalam garam tidak berbahaya bagi manusia.
Namun, ada beberapa jenis garam yang lebih radioaktif daripada yang lain. Misalnya, garam yang ditambang dari sumber bawah tanah mungkin mengandung kadar kalium-40 yang lebih tinggi daripada garam yang dihasilkan dari air laut. Selain itu, garam yang telah diproses menggunakan bahan radioaktif mungkin juga lebih radioaktif.
Jika Anda khawatir tentang radioaktivitas garam, Anda dapat memilih menggunakan jenis garam yang rendah kalium-40. Ada juga beberapa pengganti garam yang terbuat dari kalium klorida, yang tidak mengandung kalium-40.
Secara keseluruhan, radioaktivitas garam sangat rendah dan tidak berbahaya bagi manusia. Namun, jika Anda khawatir tentang radioaktivitas garam Anda, Anda dapat memilih menggunakan jenis garam yang rendah kalium-40.
Berikut beberapa hal tambahan yang perlu diketahui tentang hubungan antara garam dan radioaktivitas:
- Jumlah radioaktivitas dalam garam biasanya diukur dalam becquerels (Bq). Satu Bq setara dengan satu peluruhan per detik.
- Rata-rata orang di Amerika Serikat terpapar sekitar 3 millisievert (mSv) radiasi setiap tahun dari sumber alami. Radiasi dari kalium-40 dalam garam memberikan kontribusi sebagian kecil dari paparan ini, biasanya kurang dari 0,01 mSv per tahun.
- Food and Drug Administration (FDA) telah menetapkan batas 120 Bq per kilogram untuk kalium-40 dalam garam. Batas ini jauh di bawah tingkat yang dianggap berbahaya bagi kesehatan manusia.
Masa Depan Pembuangan Limbah Radioaktif: Garam vs Media Lainnya
Laut yang mengandung garam telah digunakan sebagai medium potensial untuk pembuangan limbah radioaktif selama bertahun-tahun. Garam memiliki sejumlah sifat yang membuatnya menarik untuk tujuan ini, termasuk permeabilitas rendah, kemampuan untuk menghantarkan panas, dan kemampuannya untuk membentuk ikatan kimia dengan bahan-bahan radioaktif.
Formasi garam biasanya ditemukan di bawah tanah, yang membantu mengisolasi limbah radioaktif dari lingkungan. Permeabilitas rendah formasi garam mencegah migrasi bahan radioaktif ke dalam air tanah. Kemampuan formasi garam untuk menghantarkan panas membantu meredam panas yang dihasilkan oleh peluruhan radioaktif. Dan kemampuan garam untuk membentuk ikatan kimia dengan bahan-bahan radioaktif membantu mencegah pelepasan bahan-bahan ini ke lingkungan.
Namun, ada juga beberapa tantangan yang terkait dengan penggunaan garam untuk pembuangan limbah radioaktif. Salah satunya adalah bahwa formasi garam dapat terganggu oleh gempa bumi atau peristiwa geologi lainnya. Tantangan lainnya adalah bahwa stabilitas jangka panjang formasi garam belum sepenuhnya dipahami.
Meskipun tantangan ini, garam tetap menjadi medium potensial untuk pembuangan limbah radioaktif. Garam memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan media potensial lainnya, seperti biaya rendah dan ketersediaannya yang melimpah. Dan dengan penelitian lebih lanjut, mungkin memungkinkan untuk mengatasi tantangan yang terkait dengan penggunaan garam untuk pembuangan limbah radioaktif.
Berikut adalah beberapa hal tambahan yang perlu diketahui tentang hubungan antara garam dan limbah radioaktif:
- Amerika Serikat telah mempertimbangkan penggunaan formasi garam untuk pembuangan limbah radioaktif tingkat tinggi sejak tahun 1970-an.
- Waste Isolation Pilot Plant (WIPP) di New Mexico adalah tempat pembuangan garam bawah tanah yang saat ini digunakan untuk membuang limbah radioaktif tingkat rendah dan menengah.
- Yucca Mountain di Nevada pernah diusulkan sebagai lokasi pembuangan limbah radioaktif tingkat tinggi, tetapi proyek ini dibatalkan pada tahun 2010.
- Penggunaan garam untuk pembuangan limbah radioaktif adalah isu kontroversial. Beberapa orang percaya bahwa ini adalah metode pembuangan yang aman dan terjamin, sementara yang lain khawatir tentang risiko potensial terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.












