DPRD Bengkulu Soroti Tawuran dan Geng Motor, Dorong Penanganan Terpadu

robi jalu

BENGKULU – Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu, Rahmad Widodo, menyoroti meningkatnya aksi tawuran dan aktivitas geng motor yang melibatkan remaja di Kota Bengkulu. Ia menilai kondisi ini sebagai persoalan serius yang membutuhkan penanganan menyeluruh dan berkelanjutan.

Rahmad mengungkapkan, fenomena tawuran, aksi perusakan, hingga keterlibatan pelajar dalam geng motor menjadi ancaman nyata bagi masa depan generasi muda. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berdampak panjang terhadap perkembangan sosial anak-anak.

“Remaja adalah generasi penerus. Jika mereka terjerumus dalam perilaku negatif seperti ini, tentu sangat memprihatinkan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menekankan pentingnya langkah tegas dari pemerintah daerah, tidak hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga pendekatan edukatif dan pembinaan agar memberikan efek jera. Rahmad juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, sekolah, serta orang tua dalam mengatasi persoalan tersebut.

“Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Sekolah harus berperan aktif, begitu juga orang tua dalam mengawasi dan membina anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rahmad meminta aparat kepolisian bersama Satpol PP dan unsur TNI-Polri untuk meningkatkan patroli dan razia di sejumlah titik rawan, terutama lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya remaja pada malam hari. Ia menilai langkah preventif seperti patroli rutin lebih efektif dibandingkan penerapan jam malam secara menyeluruh.

“Jam malam bisa menjadi opsi darurat. Namun saat ini, yang dibutuhkan adalah pengawasan intensif dan tindakan cepat jika ditemukan potensi gangguan,” jelasnya.

Di sisi lain, Dedy Wahyudi selaku Wali Kota Bengkulu telah menginstruksikan seluruh RT dan RW untuk kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Kebijakan ini diambil sebagai respons atas meningkatnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di beberapa wilayah.

Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan setiap RT memiliki poskamling aktif dengan sistem ronda malam bergiliran. Warga juga diimbau untuk berkoordinasi dengan aparat seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Rahmad Widodo menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Ia berharap penguatan Siskamling, patroli rutin, serta pembinaan intensif dapat menekan aksi geng motor sekaligus mencegah remaja terlibat dalam tindakan yang meresahkan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *