PROGRES.ID – Fear of Missing Out (FOMO) adalah kecemasan atau kekhawatiran seseorang bahwa mereka akan kehilangan momen penting, pengalaman, atau kesempatan yang sedang terjadi atau akan datang. Singkatnya disebut takut ketinggalan momen. FOMO seringkali terjadi dalam konteks sosial atau digital, di mana seseorang merasa tertekan atau cemas karena mereka merasa tidak dapat mengikuti atau mengambil bagian dalam sesuatu yang dianggap penting atau menarik.
FOMO banyak terjadi di dunia trading. Bisa jadi itu trading saham, trading Crypto dan lain-lain. Banyak terjadi FOMO saat harga suatu saham terus naik dan seseorang takut ketinggalan sehingga membeli di harga mahal. Namun, setelah itu harganya anjlok kembali.
FOMO dapat muncul karena berbagai alasan. Salah satunya adalah paparan terhadap media sosial dan internet yang menampilkan kehidupan orang lain dengan berbagai keseruan, peristiwa, atau pencapaian. Ketika melihat postingan teman atau orang lain yang terlibat dalam kegiatan yang menarik, seseorang dengan FOMO merasa tertinggal atau merasa dirinya tidak sebanding dengan orang lain.
Sensasi FOMO juga dapat dipicu oleh ketakutan akan kehilangan peluang atau informasi penting. Misalnya, ketika ada acara atau aktivitas yang sedang populer dan orang-orang di sekitar membicarakannya, individu dengan FOMO mungkin merasa tertekan untuk ikut serta agar tidak merasa ketinggalan atau diabaikan.
Dampak dari FOMO dapat beragam. Seseorang dengan FOMO mungkin merasa tidak puas dengan hidupnya sendiri, mengalami ketidaknyamanan sosial, atau merasa cemas dan stres karena merasa harus selalu terhubung dengan apa yang sedang terjadi. Mereka mungkin juga merasa ketergantungan terhadap teknologi dan media sosial, selalu memeriksa ponsel mereka untuk memastikan mereka tidak melewatkan sesuatu.
Untuk mengatasi FOMO, penting bagi seseorang untuk menyadari dan mengenali perasaan ini. Menetapkan prioritas, fokus pada kegiatan yang benar-benar berarti dan penting bagi diri sendiri, serta mengatur penggunaan media sosial dan waktu online secara bijak dapat membantu mengurangi dampak FOMO. Juga penting untuk mengembangkan kepercayaan diri dan memahami bahwa setiap orang memiliki pengalaman dan perjalanan hidup yang unik, dan tidak perlu selalu membandingkan diri dengan orang lain.












