Profil Sigit Puji Santosa, Insinyur di Balik Mobil Maung MV3 Garuda Limousine yang Dipakai Presiden

favicon progres.id
Maung MV3 Garuda Limousine
Maung MV3 Garuda Limousine Presiden Prabowo Subianto (Foto: Pindad.com)

PROGRES.ID – Mobil Maung MV3 Garuda Limousine yang diproduksi oleh PT Pindad (Persero) mencuri perhatian publik setelah digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024, usai acara pengambilan sumpah dan pelantikan.

Tampil dengan desain tangguh dan elegan, kendaraan taktis ini langsung membuat masyarakat kagum.

Namun, di balik kesuksesan Maung MV3 Garuda Limousine, tersimpan sosok jenius dengan pengalaman internasional. Dia adalah Sigit Puji Santosa—lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan mantan insinyur di General Motors (GM), salah satu raksasa otomotif dunia.

Sigit Puji Santosa: Anak Pacitan yang Berjaya di Kancah Dunia

sigit puji santosa
Sigit Puji Santosa (Dok. PT Pindad)

Sigit lahir di Pacitan, Jawa Timur, pada 19 Juli 1967. Ketertarikannya pada dunia teknik membawanya menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), di mana ia meraih gelar insinyur pada 1991 di usia 24 tahun. Namun, perjalanan akademisnya tak berhenti di situ.

Pada 1997, di usia 28 tahun, Sigit meraih gelar Master of Science in Mechanical Engineering (MSME) dari MIT—universitas bergengsi di Amerika Serikat. Ia melanjutkan studinya hingga meraih gelar doktor di kampus yang sama pada 1999.

Berkarier di General Motors, Sang Perancang Mobil Mewah

Lulus dari MIT, Sigit langsung direkrut oleh General Motors (GM), salah satu produsen otomotif terbesar di dunia. Di GM, Sigit memainkan peran penting dalam Departemen Keamanan dan Kelayakan Uji Tabrak. Selama berkarier di sana, Sigit turut mengembangkan berbagai mobil mewah ikonik, di antaranya, Chevrolet Corvette C6, Corvette Z06 dan Cadillac XLR.

Antara 2004-2005, Sigit dipercaya menjadi Kepala Insinyur yang mengawasi pengembangan model Cadillac DTS, Buick Lucerne, dan Chevrolet HHR. Tidak hanya itu, antara 2005-2010, Sigit berperan penting dalam mengembangkan lini produk otomotif GWM.

Pada 2010-2013, Sigit dipromosikan menjadi Global Engineering Group Manager untuk segmen Small, Compact, Crossover, dan Hybrid Vehicles. Pengalamannya selama lebih dari 15 tahun di GM membuatnya menjadi salah satu insinyur otomotif kelas dunia.

Kembali ke Indonesia dan Berkontribusi untuk Negeri

Setelah berkarier gemilang di Amerika Serikat, Sigit memilih pulang ke Indonesia pada 2014. Ia bergabung dengan ITB sebagai ilmuwan dan dosen di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD). Tak hanya mengajar, Sigit juga aktif dalam berbagai riset dan pengembangan inovasi di ITB, di antaranya:

Ketua Task Force for National Railway Center – NRC ITB (2016)

  • Direktur National Center for Sustainable Transportation Technology (CCR-NCSTT) (2017)
  • Direktur Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK-ITB) (2018)

Dari ITB ke PT Pindad: Mewujudkan Kendaraan Taktis Maung MV3 Garuda Limousine

Pengalaman luas dan kemampuan teknis Sigit tak luput dari perhatian Prabowo Subianto, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Pada 2023, Sigit direkrut untuk bergabung dengan PT Pindad (Persero)—BUMN yang bergerak di bidang pertahanan.

Di sana, ia ditugaskan mengembangkan sejumlah kendaraan taktis, termasuk Maung MV3 Garuda Limousine.

maung mv3 garuda limousine
Maung MV3 Garuda Limousine yang digunakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming (Foto: PT Pindad)

Mobil Maung MV3 Garuda Limousine menjadi simbol inovasi dan kemandirian industri pertahanan Indonesia, menggabungkan teknologi canggih dan desain elegan yang mampu bersaing dengan kendaraan buatan luar negeri.

Sigit kini memegang jabatan penting di Pindad, yaitu sebagai Wakil Direktur Utama sekaligus Direktur Teknologi dan Pengembangan.

Maung MV3 Garuda Limousine: Simbol Ketangguhan dan Inovasi Indonesia

Maung MV3 Garuda Limousine tidak hanya sekadar kendaraan taktis, tetapi juga menjadi simbol kemandirian bangsa dalam industri pertahanan.

Kehadirannya di pelantikan Presiden dan Wakil Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menciptakan produk berkelas dunia.

Pengalaman Sigit Puji Santosa di General Motors dan dedikasinya di ITB menjadi fondasi kuat dalam pengembangan kendaraan ini.

Dengan kombinasi teknologi tinggi dan fungsi taktis, Maung MV3 Garuda Limousine diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama bangsa.

Kesimpulan: Dari Pacitan ke Dunia, Berakhir di Pindad

Kisah Sigit Puji Santosa adalah contoh nyata bagaimana putra bangsa bisa berprestasi di kancah internasional dan kembali untuk berkontribusi bagi negeri. Dengan pengalaman bertahun-tahun di industri otomotif global, Sigit kini mewujudkan visinya melalui produk inovatif di PT Pindad, termasuk Maung MV3 Garuda Limousine.

Kehadirannya sebagai Wakil Direktur Utama PT Pindad menunjukkan bahwa Indonesia siap bersaing dalam industri pertahanan dan otomotif, sekaligus membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, anak bangsa bisa menciptakan karya berkelas dunia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *