Bank Sentral Iran Pastikan Pendapatan Tarif Selat Hormuz Telah Disetor Tunai

favicon progres.id
bank central iran
Bank Central Iran (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Bank Sentral Central Bank of Iran mengonfirmasi penerimaan pendapatan dari tarif transit baru bagi kapal yang melintasi Strait of Hormuz. Konfirmasi itu sekaligus membantah spekulasi mengenai mata uang yang digunakan untuk pembayaran.

Menurut laporan Fars News Agency pada Kamis, pemasukan tersebut diterima dalam bentuk uang tunai dan telah dikreditkan ke rekening bank sentral.

Sebelumnya, sejumlah media melaporkan bahwa Iran memungut biaya transit menggunakan mata uang digital seperti Bitcoin dan kripto lainnya.

Pengumuman itu muncul setelah Wakil Ketua Parlemen Iran Hamidreza Hajibabaee menyatakan pendapatan pertama dari tarif Selat Hormuz telah masuk ke rekening bank sentral.

Saat berbicara dalam acara publik di Kuhdasht, Hajibabaee menegaskan jalur tersebut merupakan hak bangsa Iran dan tidak ada pihak luar yang berwenang merundingkannya.

“Seluruh kapal yang melintasi rute ini harus membayar tarif dalam rial Iran kepada bangsa Iran sebagai biaya sah atas penggunaan perairan teritorial Iran,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat melanjutkan kebijakan agresifnya, maka tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas di Selat Hormuz.

Menurut Hajibabaee, dua kapal yang disebut melanggar aturan telah disita dan jumlah itu dapat bertambah bila diperlukan untuk melindungi kedaulatan Iran.

Ia menilai penguasaan Iran atas Selat Hormuz menjadi salah satu capaian penting dalam menghadapi dominasi asing. Hajibabaee juga menyebut sekitar 20 persen minyak dunia dan 35 persen gas global melewati jalur tersebut, sehingga posisi Iran dinilai sangat penting bagi ekonomi internasional.

Selain itu, ia menegaskan kemampuan pengayaan uranium damai dan sistem rudal pertahanan merupakan hak mutlak bangsa Iran serta akan terus diperkuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *