PROGRES.ID – Seorang komandan senior Islamic Revolutionary Guard Corps menyatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalami kegagalan strategis, seraya menegaskan kekuatan militer Washington tidak akan mampu menundukkan bangsa Iran.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Politik IRGC Yadollah Javani pada Kamis malam saat berpidato di hadapan ribuan warga di Arak. Massa turun ke jalan untuk menyatakan dukungan kepada Republik Islam Iran di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Javani mengatakan Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya keliru memperkirakan serangan langsung berskala penuh dapat melumpuhkan Teheran dalam waktu kurang dari 48 jam.
“Hari ini Trump ingin memaksa bangsa besar Iran menyerah, tetapi itu tidak akan terjadi,” kata Javani. “Trump tidak akan pernah mengalahkan bangsa Iran.”
Ia menambahkan, angkatan bersenjata Iran berhasil menggagalkan agresi melalui gelombang serangan balasan yang menyasar target strategis Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
Menurut Javani, dunia saat ini menyaksikan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, ketika Amerika Serikat dengan kekuatan militer, ekonomi, teknologi, dan media yang besar tetap gagal menyingkirkan Republik Islam Iran.
“Kegagalan strategis ini menjadi kemenangan pertama Republik Islam Iran, karena musuh gagal mencapai tujuan utamanya untuk mengalahkan bangsa Iran,” ujarnya.
Ia juga menuduh Washington memiliki tujuan lain, yakni menciptakan keruntuhan internal dan kekosongan kekuasaan melalui upaya terhadap Pemimpin Tertinggi Iran. Namun, menurut dia, skenario tersebut gagal dan tidak mampu melemahkan persatuan nasional.
Javani menilai Iran kini tampil sebagai negara yang bersatu dan tetap bertahan, yang menurutnya menandai melemahnya dominasi Amerika Serikat serta munculnya tatanan regional baru yang berpusat pada Iran.
“Hari ini Iran, yang selama ini dituduh ingin memiliki senjata nuklir, justru memiliki kekuatan yang lebih besar dari senjata nuklir, yaitu kendali penuh atas Strait of Hormuz,” katanya.












