PROGRES.ID, TEHERAN – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah membagikan ulang unggahan yang dinilai menyerukan pembunuhan pejabat Iran yang menolak kesepakatan dengan Washington.
Dalam pernyataan di akun X pada Kamis malam, Baqaei menyebut tindakan Trump sebagai bukti kegagalan moral yang serius. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan pergeseran Amerika Serikat dari nilai-nilai demokrasi dan kebebasan yang selama ini diklaim, menuju pembenaran kekerasan dan ekstremisme.
“Presiden Amerika Serikat membagikan ulang pernyataan seseorang yang secara terbuka menyerukan pembunuhan terhadap pihak yang tidak menginginkan kesepakatan,” kata Baqaei.
Ia menambahkan, negara yang selama ini mengklaim diri sebagai pusat demokrasi, kebebasan, dan nilai-nilai kemanusiaan kini justru tampak mendukung terorisme, pembunuhan, serta kekerasan massal.
“Apa lagi yang bisa disebut selain kegagalan moral yang mendalam?” ujarnya.
Pernyataan Baqaei muncul setelah Trump membagikan ulang unggahan kolumnis Marc Thiessen dari The Washington Post. Dalam unggahan tersebut, Thiessen menyebut jika di Iran terdapat dua kelompok, yakni pihak yang ingin mencapai kesepakatan dan pihak yang menolaknya, maka kelompok yang menolak kesepakatan itu harus disingkirkan.












