PROGRES.ID, AMMAN – Serangan Iran ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania dilaporkan menyebabkan sedikitnya delapan jet tempur F-15 milik Amerika Serikat (AS) mengalami kerusakan ringan. Serangan tersebut berlangsung pada Selasa malam hingga Rabu pagi waktu setempat.
Informasi itu dilaporkan CBS News pada Kamis (10/9/2026), dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui kondisi di pangkalan militer tersebut.
Menurut sumber tersebut, sekitar delapan F-15 mengalami kerusakan akibat serangan Iran. Pesawat-pesawat itu sempat tidak dapat dioperasikan, namun kemudian kembali menjalankan aktivitas operasional.
Selain F-15, sebuah pesawat serang A-10 Thunderbolt yang dikenal dengan julukan **Warthog** juga dilaporkan terkena serangan. Pesawat tersebut disebut mengalami kerusakan parah hingga kehilangan salah satu sayapnya.
Meski serangan menyasar pangkalan militer AS, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dari pihak Amerika.
Serangan Iran tersebut terjadi setelah militer AS mengumumkan aksi terhadap lima kapal tanker Iran pada Selasa. Washington menyatakan serangan itu merupakan respons atas serangan rudal balistik Iran yang sebelumnya menargetkan kapal militer AS.
Aksi terhadap kapal tanker tersebut menjadi serangan kedua yang dilakukan pasukan AS dalam waktu kurang dari sepekan. Washington menyebut tindakan itu sebagai respons terhadap serangkaian serangan terhadap aset militernya.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan awak kapal telah diperintahkan meninggalkan kapal sebelum serangan dilakukan.
“Pasukan Amerika memerintahkan awak kapal untuk meninggalkan kapal sebelum kapal-kapal tersebut dihantam dan dibuat tidak dapat beroperasi,” kata CENTCOM dalam pernyataannya.
Teheran kemudian merespons serangan tersebut. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pasukannya telah menyerang delapan kapal tanker dan dua kapal perang, selain melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania.
Serangkaian serangan dan aksi balasan tersebut menambah eskalasi ketegangan antara Iran dan AS, dengan sejumlah aset militer dan kapal tanker menjadi sasaran dalam konflik yang terus memanas.

Komentar