PROGRES.ID, TEHERAN – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan dua kapal Amerika Serikat (AS) dan delapan kapal tanker minyak di kawasan Teluk Persia. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas aksi AS terhadap lima kapal tanker Iran.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu pagi, IRGC juga menyebut pasukannya menargetkan 10 kapal yang dianggap melanggar ketentuan pelayaran di kawasan terlarang Selat Hormuz.
IRGC mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah militer AS menyerang lima kapal tanker minyak Iran di perairan yang oleh Teheran disebut sebagai Teluk Persia.
“Angkatan Laut IRGC yang heroik, sebagai respons atas agresi dan tindakan provokatif tentara teroris AS dalam serangan terhadap lima kapal tanker minyak Iran, menargetkan dua kapal AS dan delapan kapal tanker minyak di kawasan tersebut,” demikian pernyataan IRGC.
Menurut IRGC, serangan itu mengakibatkan kerusakan berat pada kapal-kapal yang menjadi sasaran.
Selain itu, IRGC mengklaim telah menyerang 10 kapal yang berupaya melintasi wilayah yang dinyatakan sebagai kawasan terlarang dan tidak aman di Selat Hormuz.
IRGC menuding kapal-kapal tersebut bertindak setelah mendapat dorongan dan dukungan dari militer AS.
“Sepuluh kapal pelanggar yang diprovokasi dan didukung oleh tentara teroris agresor AS, yang bermaksud melintasi wilayah terlarang dan tidak aman di Selat Hormuz, juga menjadi sasaran,” kata IRGC.
IRGC menegaskan bahwa pasukan angkatan lautnya masih memegang kendali atas aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Pemantauan dan pengamanan kawasan strategis tersebut, menurut mereka, dilakukan secara penuh dengan kekuatan dan kewenangan.
“Selat Hormuz terus dipantau dan dikelola dengan kekuatan serta kewenangan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam,” demikian pernyataan tersebut.

Komentar