PROGRES.ID, WASHINGTON – Hasil sementara pemilu sela (midterm elections) Amerika Serikat yang berlangsung Selasa, 3 November 2026, mulai memperlihatkan perubahan peta politik di Negeri Paman Sam. Partai Demokrat berhasil mencatat sejumlah kemenangan penting dalam persaingan memperebutkan kursi Senat, sementara kendali Partai Republik atas Kongres menghadapi tekanan.
Pemilu sela kali ini menjadi ujian politik bagi Presiden Donald Trump setelah hampir dua tahun menjalani masa jabatan keduanya di Gedung Putih.
Sejumlah kemenangan Demokrat di negara bagian strategis, termasuk North Carolina dan Georgia, menjadi sorotan utama. Hasil tersebut membuka peluang bagi oposisi untuk memperkuat posisi di Kongres dan membatasi ruang gerak pemerintahan Trump dalam dua tahun terakhir masa kepresidenannya.
Reuters dan Associated Press (AP) melaporkan, penghitungan suara masih berlangsung di sejumlah daerah. Karena itu, komposisi akhir Senat dan DPR AS belum sepenuhnya dapat dipastikan pada Rabu (4/11/2026).
Demokrat Raih Kemenangan Penting di Senat
Salah satu hasil paling menonjol datang dari Georgia. Senator petahana dari Partai Demokrat, Jon Ossoff, berhasil mempertahankan kursinya setelah mengalahkan kandidat Partai Republik, Mike Collins.
Kemenangan tersebut menjadi penting bagi Demokrat karena Georgia merupakan salah satu negara bagian yang persaingannya mendapat perhatian besar dalam pemilu kali ini.
Hasil positif juga diperoleh Demokrat di North Carolina. Mantan gubernur Roy Cooper berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik Michael Whatley dan merebut kursi Senat yang sebelumnya berada dalam kendali Partai Republik.
Selain dua negara bagian tersebut, kandidat Demokrat Chris Pappas juga berhasil memenangkan persaingan Senat di New Hampshire.
Rangkaian kemenangan itu membuat peluang Demokrat untuk mengambil alih mayoritas Senat semakin terbuka. Namun, masih terdapat sejumlah persaingan ketat yang hasilnya belum dapat dipastikan.
AP melaporkan, sebelum pemilu berlangsung, Partai Republik menguasai Senat dengan komposisi 53 kursi, sedangkan Demokrat dan independen yang berafiliasi dengan mereka memiliki 47 kursi.
Untuk merebut kendali Senat, Demokrat membutuhkan setidaknya 51 kursi, dengan memperhitungkan peran Wakil Presiden JD Vance yang memiliki hak suara pemecah kebuntuan.
Persaingan DPR AS Masih Berlangsung
Berbeda dengan Senat, perebutan kendali DPR AS atau House of Representatives masih menjadi perhatian utama karena seluruh 435 kursi diperebutkan dalam pemilu kali ini.
Sebelum pemungutan suara, Partai Republik memiliki 219 anggota yang berafiliasi dengan mereka, sementara Demokrat menguasai 212 kursi. Sejumlah kursi lainnya kosong atau mengalami perubahan akibat dinamika politik dan pemilihan sebelumnya.
Demokrat membutuhkan tambahan bersih tiga kursi untuk mengambil alih mayoritas DPR.
Menurut laporan Reuters, pada malam pemilihan sejumlah hasil di distrik yang diperkirakan menentukan kendali Kongres masih belum diumumkan. Dengan jutaan surat suara yang masih dihitung, belum ada kepastian mengenai komposisi akhir DPR.
Apabila Demokrat berhasil merebut mayoritas, perubahan tersebut akan berdampak langsung terhadap hubungan antara Gedung Putih dan Kongres.
Pemilih AS Banyak yang Tidak Puas terhadap Pemerintahan Trump
Di luar persaingan antarpartai, persoalan ekonomi menjadi salah satu faktor penting yang mewarnai pemilu sela 2026.
Survei terhadap pemilih setelah memberikan suara (exit poll) yang dilakukan SSRS bersama konsorsium media Amerika Serikat, termasuk jaringan televisi nasional dan Associated Press, menunjukkan tingginya ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi negara.
Reuters melaporkan beberapa temuan penting:
- Sekitar 62 persen responden menyatakan tidak menyetujui kinerja Trump.
- Tiga perempat pemilih mengaku marah atau tidak puas terhadap arah perkembangan negara.
- Sekitar 70 persen menginginkan Kongres menjalankan fungsi pengawasan dan penyeimbang yang lebih kuat terhadap presiden.
- Hampir sembilan dari sepuluh pemilih menyebut biaya hidup sebagai faktor penting atau sangat penting dalam menentukan pilihan.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa persoalan daya beli masyarakat menjadi perhatian besar dalam pemilu.
Kebijakan tarif impor, tingginya harga energi, serta dampak perang Iran terhadap perekonomian turut menjadi isu yang diperbincangkan selama kampanye.
Trump sebelumnya berupaya meningkatkan dukungan terhadap Partai Republik dengan menggelar serangkaian kampanye di berbagai negara bagian. Namun, hasil exit poll menunjukkan bahwa ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi masih menjadi persoalan bagi pemerintahannya.
Perlu dicatat, exit poll menggambarkan jawaban responden dan bukan hasil penghitungan suara resmi.

Komentar