Hizbullah Serang Kapal Perang Israel di Lepas Pantai Lebanon, Kapal Dilaporkan Terbakar

favicon progres.id
perang israel hizbullah
Perang Israel-Hizbullah (Foto: REUTERS)

PROGRES.ID – Kelompok pejuang Lebanon Hizbullah mengklaim telah menyerang sebuah kapal perang Israel di lepas pantai Lebanon, dalam operasi yang disebut sebagai respons atas aksi militer Israel di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan resminya pada Ahad (5/4/2025), Hizbullah menyebut kapal militer Israel itu menjadi target saat berada sekitar 68 mil laut dari pantai Lebanon. Kapal tersebut diklaim tengah bersiap melancarkan serangan ke wilayah Lebanon sebelum akhirnya dihantam.

Hizbullah menyatakan serangan dilakukan menggunakan rudal jelajah laut setelah pemantauan terhadap target selama beberapa jam. Kelompok itu menegaskan bahwa rudal mengenai sasaran secara langsung dan menyebabkan kapal terbakar.

Serangan ini disebut sebagai bagian dari operasi yang mereka namakan “Devoured Straw”, yang diklaim bertujuan mempertahankan kedaulatan Lebanon dari serangan luar.

Sehari sebelumnya, Hizbullah juga mengklaim telah melancarkan puluhan operasi militer terhadap posisi Israel. Dalam pernyataan tersebut, disebutkan total 42 serangan dilakukan, dengan sebagian menyasar pangkalan militer dan permukiman di wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah pendudukan.

Dari jumlah itu, sekitar 20 serangan dilaporkan terjadi di wilayah Israel, sementara 21 lainnya berlangsung di dalam wilayah Lebanon. Salah satu serangan bahkan diklaim mencapai target sejauh 15 kilometer melampaui perbatasan Lebanon-Palestina.

Selain itu, tiga operasi tambahan dilaporkan terjadi pada Minggu dini hari, yang menyasar pasukan Israel di wilayah perbatasan maupun di dalam wilayah Lebanon.

Sementara itu, media Israel melaporkan adanya kekhawatiran di kalangan militer terkait kemampuan Hizbullah yang dinilai masih bertahan. Dalam laporan yang mengutip pertemuan tertutup, seorang pejabat militer Israel mengakui pihaknya terkejut dengan kemampuan kelompok tersebut untuk kembali memperkuat diri.

Evaluasi pascakonflik sebelumnya yang menyebut Hizbullah telah dilemahkan dinilai terlalu optimistis. Kondisi di lapangan saat ini menunjukkan kelompok tersebut masih memiliki kehadiran dan kapasitas operasional yang signifikan.

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Israel terkait klaim serangan terhadap kapal perang tersebut. Namun, insiden ini menambah daftar eskalasi ketegangan di kawasan yang terus memanas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *