PROGRES.ID – Sumber yang mengetahui kebijakan di Teheran menyatakan Iran mempertimbangkan untuk keluar dari kesepakatan gencatan senjata sementara apabila Israel terus melanjutkan serangan militernya ke Lebanon.
Kepada media, sumber tersebut menyebut pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap kesepakatan menjadi alasan utama evaluasi Iran atas kelanjutan partisipasinya dalam gencatan senjata dua pekan yang tengah berlangsung.
Menurutnya, penghentian permusuhan di seluruh front, termasuk terhadap kelompok perlawanan di Lebanon seperti Hezbollah, merupakan bagian dari kesepakatan yang telah disetujui bersama, termasuk oleh Amerika Serikat. Namun, serangan terbaru Israel ke wilayah Lebanon dinilai sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap komitmen tersebut.
Sumber itu menambahkan, di tengah evaluasi kemungkinan keluar dari kesepakatan, militer Iran saat ini juga tengah menyiapkan opsi respons terhadap serangan yang terjadi.
Ia menegaskan bahwa jika Amerika Serikat tidak mampu menahan tindakan Israel, maka Iran siap mengambil langkah sendiri, termasuk melalui respons militer.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar terhadap Iran pada 28 Februari, menyusul terbunuhnya pemimpin Revolusi Islam Iran dan sejumlah pejabat militer.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke berbagai posisi Amerika Serikat dan Israel di kawasan, yang diklaim menunjukkan kemampuan respons militer yang signifikan.
Di tengah eskalasi tersebut, tercapai kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan melalui mediasi Pakistan, dengan rencana perundingan lanjutan di Islamabad.
Iran mengajukan proposal 10 poin sebagai dasar negosiasi, yang mencakup penarikan pasukan AS dari kawasan, pencabutan sanksi, serta pengakuan atas kendali Iran di Selat Hormuz.
Sementara itu, Supreme National Security Council sebelumnya menyatakan bahwa konflik yang terjadi justru memperkuat posisi Iran dalam negosiasi, sekaligus mendorong Amerika Serikat menerima sejumlah tuntutan utama.
Meski demikian, Iran menegaskan bahwa proses diplomasi yang berlangsung tidak mencerminkan berakhirnya konflik, melainkan bagian dari strategi lanjutan dengan tetap mempertahankan sikap waspada terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.












