PROGRES.ID – Pasukan pertahanan udara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan berhasil menembak jatuh dua drone canggih dan satu rudal jelajah yang memasuki wilayah udara Iran di beberapa provinsi berbeda.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut salah satu drone yang berhasil dihancurkan adalah Hermes 900 yang ditembak jatuh di atas wilayah Shiraz, Iran selatan. Drone tersebut merupakan pesawat tanpa awak buatan perusahaan pertahanan Israel, Elbit Systems, yang biasa digunakan untuk misi pengintaian dan pengawasan dengan daya jelajah panjang.
Selain itu, sistem pertahanan udara Iran juga dilaporkan berhasil menghancurkan drone MQ-9 Reaper di wilayah udara Khomein, Iran tengah. Drone MQ-9 Reaper merupakan pesawat tanpa awak yang dioperasikan dari jarak jauh dan biasanya digunakan untuk misi pengintaian serta serangan presisi.
IRGC juga menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan rudal jelajah AGM-158 JASSM di wilayah Provinsi Qazvin. Rudal tersebut merupakan rudal jelajah jarak jauh yang digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Amerika, Lockheed Martin.
Menurut IRGC, seluruh pencegatan tersebut dilakukan melalui jaringan pertahanan udara terintegrasi Iran yang memantau wilayah udara negara tersebut secara menyeluruh.
Pihak Iran juga menyebut sejak awal konflik, lebih dari 150 drone yang disebut sebagai drone musuh telah berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Iran. Selain drone, Iran juga mengklaim telah menembak sejumlah pesawat tempur yang memasuki wilayah udaranya.
Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sendiri terus meningkat sejak akhir Februari, dengan serangan udara, rudal, dan drone yang terjadi di berbagai wilayah Timur Tengah.
Sebagai balasan, Iran disebut telah melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan kepentingan Amerika Serikat di kawasan Asia Barat serta posisi Israel di wilayah pendudukan.












