PROGRES.ID – Milisi Perjuangan Islam Lebanon, Hizbullah, dilaporkan untuk pertama kalinya menggunakan rudal balistik Scud-D dalam konflik melawan Israel. Informasi tersebut dilaporkan oleh media Israel yang dikutip oleh The Cradle pada Kamis (2/4/2026).
Jika penggunaan rudal tersebut terkonfirmasi, hal ini dinilai menunjukkan bahwa kemampuan militer Hizbullah jauh lebih maju daripada yang sebelumnya diperkirakan oleh Israel.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa rudal Scud-D dengan hulu ledak seberat sekitar 1 ton digunakan untuk menyerang Pangkalan Udara Palmachim pada Rabu (1/4/2026). Pangkalan udara tersebut berada di wilayah utara Gaza, di antara kota Ashdod dan Rishon LeZion.
Sehari setelah serangan itu, Hizbullah kembali mengumumkan peluncuran roket dan drone ke wilayah utara Israel. Pihak otoritas Israel menyatakan sirene peringatan berbunyi di sejumlah wilayah perbatasan setelah serangan tersebut. Roket dilaporkan menargetkan posisi pasukan Israel di perbatasan, sementara drone diarahkan ke sebuah desa di wilayah utara.
Di tengah meningkatnya konflik, muncul laporan bahwa Iran meminta Amerika Serikat untuk menekan Israel agar menghentikan operasi militernya terhadap Hizbullah di Lebanon sebagai bagian dari kemungkinan kesepakatan damai. Informasi tersebut dilaporkan oleh Reuters dengan mengutip sejumlah sumber diplomatik.
Salah satu sumber menyebut bahwa Hizbullah telah menerima jaminan dari Iran bahwa gencatan senjata di Lebanon akan dimasukkan dalam setiap kesepakatan yang mungkin tercapai. Sumber dari Iran juga menyebut Teheran telah mempertimbangkan proposal perdamaian dari Amerika Serikat selama sekitar satu bulan terakhir, yang berarti usulan tersebut belum ditolak.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran berlangsung sangat positif dan produktif, serta menyebut Amerika Serikat menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Ia juga menyatakan berharap kemajuan dapat dicapai dalam beberapa hari ke depan.
Namun demikian, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya perundingan langsung dengan Amerika Serikat dan menegaskan bahwa pihaknya hanya menerima pesan yang menunjukkan keinginan Washington untuk membuka jalur dialog.












