PROGRES.ID – Menteri Pertahanan Khawaja Muhammad Asif mengecam keras serangan Israel di Lebanon yang terus berlanjut di tengah upaya diplomatik untuk meredakan konflik kawasan. Ia menilai operasi militer tersebut memperlihatkan kontras tajam antara pembicaraan damai dan situasi kemanusiaan di lapangan.
Melalui unggahan di platform X, Asif menyoroti jatuhnya korban sipil dalam serangan terbaru di Lebanon. Ia menyebut kekerasan yang terjadi menunjukkan bahwa pertumpahan darah belum berhenti, meski sejumlah negara tengah mendorong jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan.
Pernyataan itu muncul ketika militer Israel meningkatkan serangan udara ke berbagai wilayah di Lebanon. Laporan otoritas kesehatan Lebanon menyebut ratusan warga sipil tewas dan ribuan lainnya terluka dalam gelombang serangan terbaru, memicu kecaman luas dari komunitas internasional.
Asif juga menegaskan posisi lama Pakistan yang mendukung rakyat Palestina dan Lebanon. Menurutnya, Islamabad tetap mendorong penghentian segera serangan terhadap warga sipil serta penyelesaian konflik melalui jalur politik.
Sejak eskalasi konflik regional pada akhir Februari, serangan lintas perbatasan antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon semakin intensif. Situasi ini memperbesar kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas dan mengganggu stabilitas kawasan secara lebih luas.












