Pejabat Keamanan Iran Ali Larijani Peringatkan Trump: Hati-hati, Anda Bisa Dieliminasi

favicon progres.id
Ali Larijani
Ali Larijani (Foto: Marwan Naamani/ZumaPress)

PROGRES.ID – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, melontarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menegaskan bahwa bangsa Iran tidak gentar menghadapi ancaman dari Washington dan bahkan mengingatkan Trump agar berhati-hati terhadap keselamatannya sendiri.

Melalui unggahan di akun X miliknya pada Selasa, Larijani menanggapi pernyataan Trump yang sebelumnya mengancam Iran terkait potensi gangguan terhadap jalur minyak dunia di Selat Hormuz.

Larijani mengatakan rakyat Iran yang dikenal tangguh dan terinspirasi oleh semangat pengorbanan dalam peristiwa Asyura tidak akan gentar terhadap ancaman yang ia sebut sebagai “ancaman kosong”.

“Bahkan pihak-pihak yang lebih kuat dari Anda telah gagal memusnahkan bangsa Iran,” tulis Larijani, menanggapi Trump.

Ia kemudian menambahkan peringatan langsung kepada presiden Amerika Serikat tersebut.

“Berhati-hatilah agar Anda sendiri tidak dieliminasi,” tegasnya.

Ancaman Trump Soal Selat Hormuz

Pernyataan Larijani muncul setelah Trump menuliskan pesan keras di platform Truth Social. Dalam unggahannya, Trump mengancam akan memberikan serangan balasan yang jauh lebih besar jika Iran menghentikan aliran minyak melalui Selat Hormuz.

Trump bahkan menyatakan Amerika Serikat dapat menghancurkan target-target strategis Iran dengan mudah sehingga membuat negara tersebut sulit untuk bangkit kembali.

Ketegangan Meningkat Sejak Akhir Februari

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin meningkat sejak 28 Februari lalu, ketika serangan militer besar dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama Israel.

Serangan tersebut terjadi setelah tewasnya Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior serta warga sipil dalam sebuah serangan yang memicu eskalasi konflik.

Operasi militer itu melibatkan serangan udara besar-besaran yang menargetkan berbagai lokasi militer maupun sipil di Iran, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur dalam skala luas.

Sebagai balasan, militer Iran meluncurkan serangkaian operasi serangan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan posisi Amerika Serikat dan Israel di wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah pendudukan serta pangkalan militer di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *