Tekanan Iran, Paksa Israel Hentikan Serangan Udara ke Lebanon

favicon progres.id
kota beirut lebanon jadi sasaran zionis
Kota Beirut, Lebanon menjadi sasaran kebiadaban zionis Israel (Foto: TasnimNews)

PROGRES.ID – Iran disebut memainkan peran penting dalam menghentikan sementara serangan Israel ke Beirut, Lebanon, dengan menekan jalannya negosiasi gencatan senjata bersama Amerika Serikat. Informasi ini disampaikan seorang sumber keamanan senior kepada PressTV pada Jumat (10/4/2026).

Menurut sumber tersebut, tekanan diplomatik dari Teheran, termasuk ancaman menarik diri dari perundingan dengan Amerika Serikat di Islamabad, menjadi faktor utama yang memaksa Israel menghentikan serangan militernya ke ibu kota Lebanon.

Serangan Israel ke Lebanon pada Rabu disebut memicu respons keras dari Iran. Teheran, kata sumber itu, menjadikan penghentian serangan terhadap Beirut sebagai syarat mutlak untuk tetap melanjutkan pembicaraan gencatan senjata sementara dengan Washington.

“Iran menilai persatuan front perlawanan tidak bisa ditawar,” ujar sumber tersebut, seperti dikutip Press TV.

Ia menjelaskan, keberangkatan delegasi Iran ke Islamabad bahkan sempat beberapa kali tertunda karena serangan Israel ke Lebanon masih terus berlangsung.

Melalui tekanan yang konsisten dan ancaman keluar dari meja perundingan, Iran disebut berhasil memaksa Amerika Serikat turun tangan dan menekan Israel agar menghentikan serangan udara ke Beirut.

Sumber itu juga menegaskan bahwa kelanjutan negosiasi ke depan sepenuhnya bergantung pada sikap Israel. Jika serangan kembali dilanjutkan, terutama ke Beirut dan kawasan selatan Dahieh, maka pembicaraan akan langsung dihentikan.

Iran, lanjutnya, telah memberikan peringatan tegas bahwa serangan lanjutan terhadap Lebanon bisa menggagalkan seluruh proses diplomatik yang sedang berjalan.

Menurut sumber tersebut, Washington akhirnya tidak punya banyak pilihan selain bertindak karena ancaman Iran untuk meninggalkan perundingan dinilai sangat serius.

“Amerika Serikat terpaksa menekan Israel untuk menghentikan serangan ke Beirut,” kata dia.

Meski demikian, penghentian serangan dan jeda negosiasi ini disebut masih bersifat sementara. Kelanjutan pembicaraan di masa mendatang tetap bergantung pada komitmen Israel untuk tidak kembali menggempur Beirut dan wilayah pinggirannya.

Sumber itu memperingatkan, bila Israel melanggar kesepahaman ini dan kembali membombardir Beirut, maka proses negosiasi akan dibatalkan seketika.

Latar belakang ketegangan ini bermula dari agresi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung selama 40 hari sejak 28 Februari. Pada Rabu, Amerika Serikat disebut akhirnya menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar menuju gencatan senjata permanen.

Salah satu poin utama dalam proposal tersebut adalah penghentian serangan di seluruh front, termasuk terhadap kelompok perlawanan Islam di Lebanon, yakni Hezbollah.

Namun, hanya beberapa jam setelah gencatan senjata diumumkan, Israel kembali melancarkan serangan besar ke sejumlah wilayah Lebanon, termasuk Beirut. Serangan itu dilaporkan menewaskan hampir 250 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Iran langsung mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata. Teheran menegaskan bahwa front Lebanon merupakan bagian tak terpisahkan dari poros perlawanan yang juga tercantum dalam proposal 10 poin itu.

Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan melanjutkan pembicaraan di Islamabad pada Jumat untuk membahas lebih lanjut proposal tersebut, termasuk penghentian agresi militer serta pencabutan sanksi terhadap Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *