PROGRES.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak negara bagian New Mexico mengubah namanya menjadi “New America”. Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Senin (19/10/2026), Trump menyatakan perubahan tersebut akan meningkatkan nilai dan prestise negara bagian di wilayah barat daya AS itu.

“Kita bukan Meksiko, kita adalah Amerika Serikat! Nama itu akan menambah nilai dan prestise besar bagi negara bagian tersebut,” tulis Trump, sebagaimana dilaporkan The Washington Post.

Pernyataan terbaru itu mengulang gagasan yang sebelumnya ia sampaikan pada awal September. Trump bahkan membagikan gambar peta yang menampilkan New Mexico dengan nama “New America”, termasuk konten visual yang menggambarkan perubahan papan nama negara bagian tersebut.

Namun, usulan itu langsung menghadapi persoalan hukum. Presiden AS tidak memiliki kewenangan untuk secara sepihak mengganti nama sebuah negara bagian. Perubahan tersebut harus melalui proses konstitusional di tingkat New Mexico.

Nama New Mexico Sudah Bertahan Selama Berabad-abad

Usulan Trump memicu kritik karena nama New Mexico memiliki akar sejarah panjang, jauh sebelum wilayah tersebut menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Wilayah itu dikenal dengan nama La Nueva México sejak era penjelajahan Spanyol pada abad ke-16. Nama tersebut kemudian bertahan melewati periode pemerintahan Spanyol, masa ketika wilayah itu menjadi bagian dari Meksiko pada 1821, hingga akhirnya berada di bawah kendali Amerika Serikat setelah perang pada pertengahan abad ke-19.

Menurut laporan Reuters, sejumlah warga memandang gagasan mengganti nama tersebut sebagai upaya menghapus sejarah dan identitas budaya setempat. New Mexico memiliki komunitas penduduk asli Amerika serta warga keturunan Hispanik dan Latino yang kuat. Sekitar 49 persen penduduk negara bagian itu merupakan warga Hispanik atau Latino, menurut data yang dikutip Reuters.

Sejarawan negara bagian New Mexico, Rob Martinez, menilai nama yang telah digunakan selama berabad-abad itu merupakan bagian penting dari sejarah wilayah tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa sejarah nama New Mexico berkaitan erat dengan masyarakat adat dan warisan kolonial Spanyol.

Gubernur dan Politikus Tolak Usulan Trump

Gagasan perubahan nama itu mendapat penolakan dari sejumlah tokoh politik New Mexico, baik dari Partai Demokrat maupun Republik.

Gubernur New Mexico Michelle Lujan Grisham sebelumnya menegaskan bahwa nama negara bagian tersebut bukan sesuatu yang dapat diperdebatkan begitu saja. Sejumlah politikus Republik juga menyatakan bahwa usulan Trump tidak realistis secara hukum.

Greg Cunningham, kandidat Partai Republik yang berupaya merebut kursi DPR AS dari petahana Demokrat Gabe Vasquez, mengatakan perubahan nama tersebut tidak dapat dilakukan begitu saja melalui keputusan presiden.

Penolakan juga datang dari warga yang khawatir perubahan nama akan mengaburkan sejarah dan identitas masyarakat setempat. Sebagian warga menilai gagasan tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat New Mexico.

Trump Sebelumnya Mengubah Nama Teluk Meksiko

Usulan mengenai New Mexico menjadi bagian dari rangkaian langkah Trump yang mendorong penggunaan nama geografis bernuansa Amerika.

Pada 2025, Trump mengeluarkan perintah agar pemerintah federal menggunakan nama “Gulf of America” sebagai pengganti “Gulf of Mexico” untuk Teluk Meksiko. Pada Agustus 2026, pemerintahannya juga mengarahkan penggunaan nama “Lake America” untuk Danau Ontario dalam referensi resmi pemerintah federal AS.

Namun, perubahan nama geografis tersebut berbeda secara hukum dari upaya mengganti nama negara bagian. Pemerintah federal dapat mengatur nama yang digunakan lembaga-lembaganya untuk fitur geografis tertentu, tetapi presiden tidak dapat mengubah nama resmi sebuah negara bagian melalui perintah eksekutif semata.

Perubahan Nama Harus Melalui Proses Konstitusional

Konstitusi New Mexico secara eksplisit menyatakan nama negara bagian tersebut adalah New Mexico. Karena itu, perubahan menjadi “New America” membutuhkan amendemen konstitusi negara bagian.

Menurut penjelasan Axios, amendemen harus memperoleh persetujuan anggota terpilih di kedua kamar legislatif New Mexico sebelum diajukan kepada pemilih untuk mendapatkan persetujuan melalui pemungutan suara.

Artinya, meskipun Trump meminta pemerintah federal menggunakan sebutan “New America” dalam dokumen tertentu, langkah tersebut tidak otomatis mengubah nama resmi negara bagian atau mewajibkan pemerintah negara bagian, perusahaan, dan masyarakat menggunakan nama baru.

Hingga 20 Oktober 2026, belum ada perubahan resmi nama New Mexico menjadi New America. Pernyataan Trump masih berupa usulan politik yang menuai perdebatan dan penolakan dari berbagai kalangan.