PROGRES.ID – Kabar bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninggal dunia kembali menyebar di media sosial dan mendorong lonjakan pencarian di Google Amerika Serikat.

Hingga Selasa (20/10/2026), belum ada bukti independen yang menunjukkan Kim wafat atau koma. Sebuah laporan yang terbit 19 Oktober menyatakan hal yang sama.

Berawal dari Unggahan di X

Spekulasi menguat pada akhir pekan lalu. Ketua Partai Demokrasi Tiongkok, Wanjun Xie, mengklaim lewat X bahwa Kim terkena pendarahan otak berat lalu koma. Ia juga menyebut tim medis dari Peking Union Medical College Hospital dikirim ke Korea Utara, Kim kemudian dibawa ke Beijing, dan jenazahnya dikembalikan secara diam-diam.
londonlovesbusiness

Klaim itu disusul unggahan lain yang lebih dramatis, termasuk soal penempatan ribuan pasukan dan potensi krisis suksesi. Meski demikian, tidak ada bukti kredibel bahwa pemimpin Korea Utara itu tewas. Pyongyang belum mengeluarkan tanggapan resmi atas klaim tersebut.

Sejumlah fakta justru menunjukkan Kim masih menjalankan tugas publik. Kantor berita resmi KCNA melaporkan Kim mengawasi peluncuran rudal strategis jarak menengah berteknologi hipersonik pada awal Oktober. Menurut KCNA, rudal itu mengenai sasaran sekitar 1.000 kilometer dari lokasi peluncuran.

Pada 11 Oktober, media pemerintah merilis foto Kim bersama istri dan putrinya saat meresmikan museum pertahanan baru bernama National Defence Revolution Museum. Di sisi lain, perlu dicatat bahwa media pemerintah Korea Utara merupakan sumber yang dikendalikan negara, dan tanggal pengambilan gambarnya tidak selalu bisa diverifikasi pihak luar.

Soal kondisi fisik, SBS News melaporkan pada 1 Oktober bahwa badan intelijen Korea Selatan memberi tahu parlemen bahwa berat badan Kim diperkirakan sekitar 140 kilogram, tetapi tanpa tanda masalah kesehatan yang menonjol.

Rumor ini muncul di tengah dinamika diplomatik. Pada 12 Oktober, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia mungkin bertemu Kim saat berkunjung ke Asia pada November. Namun, pada Senin (19/10) Trump meredam ekspektasi itu, dengan mengatakan tidak yakin ada pihak yang meminta pertemuan, meski hubungannya dengan Kim disebut sangat baik.

Pada hari yang sama, Reuters melaporkan Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un, memperingatkan bahwa Pyongyang mempertimbangkan penempatan senjata taktis tambahan dan melanjutkan siaran pengeras suara di dekat perbatasan antar-Korea.

Kabar kematian Kim bukan hal baru. Rumor serupa pernah muncul pada Februari 2012 (isu pembunuhan di Beijing), Oktober 2014 (isu kudeta), dan April 2020 setelah ia absen dalam peringatan hari lahir kakeknya. Pada 2012, Kim muncul kembali setelah 20 hari, saat membuka sebuah pabrik pupuk.
yahoo
yahoo

Faktor yang selalu berulang adalah ketertutupan Pyongyang. Profesor Leif-Eric Easley dari Ewha Womans University pernah menyebut kerahasiaan Korea Utara dan minimnya informasi andal sebagai lahan subur bagi rumor.

Pengguna internet disarankan menunggu konfirmasi dari kantor berita resmi Korea Utara, pemerintah Korea Selatan, atau lembaga pemantau independen sebelum membagikan kabar ini. Informasi yang bersumber dari satu akun di media sosial belum memenuhi standar verifikasi.