PROGRES.ID – Arkhan Kaka, pemain muda Timnas U-19, sering kali menjadi sasaran kritik tajam dari netizen. Reaksi negatif ini memicu kemarahan sang ayah, Purwanto Suwondo.
Kaka mulai menerima banyak kritik setelah melakukan selebrasi joget ala TikTok usai mencetak gol melawan Panama di Piala Dunia U-17 2023. Golnya di menit ke-54 menyamakan skor menjadi 1-1, yang bertahan hingga akhir pertandingan.
Netizen tampaknya tidak memaafkan aksi joget tersebut, menganggap Kaka tidak seharusnya berjoget setelah menyamakan skor. Akibatnya, setiap kali Kaka bermain, hujatan dan kritik keras terus menghampirinya, terutama jika ia gagal mencetak gol.
Purwanto sangat menyayangkan hal ini. Menurutnya, anaknya tidak pantas menerima perundungan seberat itu di dunia maya. Dia menyadari bahwa Kaka, yang baru berusia 16 tahun, masih perlu meningkatkan performanya, namun tidak seharusnya dipaksa dengan hujatan.
“Kalau kritikannya banyak yang positif, saya akan mendukung sepenuhnya. Saya merasa Kaka harus terus meningkatkan kualitasnya. Dia harus terus berkembang,” ujar Purwanto, Selasa (30/7/2024) seperti dikutip dari kumparan.

“Namun, terlalu banyak netizen yang menganggap Kaka tidak layak. Itu yang saya sayangkan, kenapa netizen terlalu cepat memvonis? Padahal anak ini baru mau 17 tahun, masih dalam proses belajar,” tambahnya.










