Purwanto mengatakan, kritik yang berlebihan dan hujatan membuat Kaka mengalami trauma. Akibatnya, setiap kali bermain, Kaka selalu merasa takut, yang berdampak pada performanya di lapangan.
“Jujur, mohon maaf, dia bermain di Piala AFF U-19 ini pun masih terbebani ketakutan dengan netizen. Kaka tidak bisa bermain lepas seperti saat di U-16,” jelas pria yang juga mantan striker Timnas Indonesia itu.
“Saya kasihan padanya, di umur segini [belum genap 17 tahun] tidak seharusnya menerima tanggung jawab sebesar itu. Beban yang berat ini, opini yang dibawa netizen, merusak mentalnya,” lanjutnya.
Keberhasilan Timnas U-19 menjadi juara usai mengalahkan Thailand 1-0 di Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Senin (29/7/2024) tetap tidak bisa sepenuhnya menjadi pelipur lara bagi Arkhan Kaka. Purwanto mengatakan, rasa takut tetap menghantui sang anak.
“Dia bangga, tapi dalam hatinya masih ada ketakutan besar,” jelas pria kelahiran Lampung keturunan Blitar-Yogyakarta itu.
“Menurut saya, dia punya segalanya: kecepatan, finishing, dribbling. Tetapi sekarang ini, mentalnya, ketakutannya terhadap netizen, yang membuat dia seperti ini. Anak ini belum siap menerima tekanan sebesar itu,” tambahnya.
Purwanto juga kecewa dengan pernyataan pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau Coach Justin, yang dianggap memicu Arkhan Kaka dijuluki artis TikTok oleh netizen. Coach Justin adalah salah satu pihak yang tidak senang melihat selebrasi joget TikTok Kaka usai menjebol gawang Panama. Menurutnya, seorang pemain seharusnya langsung mencari gol berikutnya setelah menyamakan kedudukan.
“Padahal dalam regulasi Piala Dunia, waktu yang terbuang karena selebrasi bisa ditambah di injury time. Dalam kompetisi usia muda, biarkan mereka berkreasi dengan kegembiraannya. Saya sangat marah dengan Justin. Membawa opini negatif tentang anak saya, hingga kini Kaka disebut artis TikTok,” tegas Purwanto.
“Opini ini yang membuat Kaka ketakutan. Ini menjadi beban bagi Kaka dan mungkin mempengaruhi performanya saat ini,” lanjutnya.
Secara keseluruhan, Purwanto berharap netizen lebih bijak dalam memberikan kritik. Dia mengingatkan bahwa Kaka masih berusia 16 tahun dan meminta semua pihak untuk mendukung perkembangan pemain muda Indonesia dengan cara yang positif.
“Untuk netizen, dukunglah anak-anak Indonesia. Lihatlah, kritik untuk pemain usia 16 tahun, 20 tahun, atau senior harus dilihat secara sosial dan naluri,” tandasnya.










