Enzo Maresca Tinggalkan Chelsea Usai Isu Kontak dengan Manchester City Mencuat

favicon progres.id
Enzo Maresca
Enzo Maresca (Sumber: Football365)

PROGRES.ID – Kebersamaan Enzo Maresca dan Chelsea resmi berakhir di awal tahun baru. Keputusan mengejutkan ini muncul setelah sang pelatih asal Italia mengungkapkan kepada manajemen bahwa ia sempat melakukan pembicaraan dengan pihak yang terkait Manchester City, terkait peluang menggantikan Pep Guardiola di masa depan. 

Situasi di internal Chelsea sebenarnya sudah memanas sejak sebulan terakhir. Retaknya hubungan Maresca dengan jajaran direksi mulai terlihat jelas, memunculkan ketidakpastian di Stamford Bridge. Meski perpisahan baru diumumkan pada Kamis (1/1/2026), muncul kesan kuat bahwa Maresca telah menyiapkan jalan keluar lebih dulu sebelum keputusan resmi diambil klub.

Kontak dengan City Jadi Titik Balik

Menukil The Guardian, sumber internal menyebut, Maresca dua kali menyampaikan kepada petinggi Chelsea—pertama pada akhir Oktober, lalu beberapa hari setelah kemenangan atas Everton—bahwa ia telah berdiskusi soal kemungkinan menggantikan Guardiola jika pelatih asal Spanyol itu meninggalkan City di akhir musim. Hubungan tersebut tak lepas dari masa lalu Maresca yang pernah menjadi asisten Guardiola di Etihad Stadium musim 2022/2023.

Isu ini menjadi konteks penting di balik pernyataan samar Maresca tentang mengalami “48 jam terburuk” selama melatih Chelsea, usai laga kontra Everton pada 13 Desember. Saat itu, pernyataan tersebut memicu tanda tanya besar karena tak disertai penjelasan.

Upaya Tekan Manajemen Berujung Jalan Buntu

Selain Manchester City, Maresca juga dikabarkan memanfaatkan ketertarikan Juventus sebagai alat tawar untuk menegosiasikan kontrak baru. Padahal, kontraknya bersama Chelsea sejatinya masih berlaku hingga Juni 2029. Namun, langkah tersebut justru membuat manajemen enggan membuka pembicaraan lebih lanjut.

Chelsea disebut tidak terkesan dengan manuver tersebut. Alhasil, pembahasan kontrak baru tak pernah dimulai, hingga akhirnya kedua pihak sepakat berpisah dengan kesepakatan kompensasi.

Ketegangan di Dalam dan Luar Lapangan

Ketidakpuasan Chelsea terhadap Maresca bukan hanya soal isu eksternal. Keputusan taktisnya di lapangan menuai kritik, namun masalah utama justru datang dari sikapnya di balik layar. Salah satu titik konflik adalah keinginannya untuk lebih leluasa mengabaikan rekomendasi tim medis terkait rotasi dan pemulihan pemain.

Manajemen Chelsea menolak permintaan tersebut. Klub tetap berpegang pada kebijakan rotasi ketat demi melindungi pemain-pemain rawan cedera seperti Reece James, Pedro Neto, Wesley Fofana, hingga Cole Palmer yang musim ini bermasalah dengan cedera pangkal paha.

Situasi semakin rumit ketika Maresca dinilai tidak konsisten mengikuti data medis. Keputusan memainkan Reece James dalam tiga laga penuh dalam sepekansesuatu yang tak pernah terjadi sejak 2023—menjadi sorotan serius di internal klub.

Performa Menurun dan Tekanan Publik

Di atas lapangan, performa Chelsea ikut terdampak. The Blues telah kehilangan 15 poin dari posisi unggul di Premier League musim ini, mayoritas terjadi di kandang sendiri. Maresca bahkan sempat mendapat cemoohan suporter setelah hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth.

Ketegangan bertambah ketika ia menolak menghadiri konferensi pers usai laga tersebut, dengan tugas media justru diwakili asistennya, Willy Caballero. Insiden ini memperkuat kesan bahwa Maresca tengah mempertimbangkan masa depannya di tengah ketidakpuasan terhadap proyek Chelsea.

Chelsea Cari Pelatih Baru, Rosenior Mengemuka

Dalam pernyataan resmi, Chelsea mengonfirmasi perpisahan dengan Maresca dan mengapresiasi kontribusinya, termasuk keberhasilan meraih UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA.

Chelsea awalnya berniat mengevaluasi posisi Maresca di akhir musim. Namun, kesabaran manajemen habis lebih cepat. Kini, klub London Barat itu memburu pelatih baru, dengan Liam Rosenior (Strasbourg) disebut sebagai kandidat terdepan. Nama lain seperti Francesco Farioli (Porto) dan Eric Ramsay juga masuk radar.

Dengan jadwal tandang ke markas Manchester City akhir pekan ini, Chelsea bahkan membuka opsi menunjuk pelatih interim jika proses penunjukan belum rampung.

Perpisahan Enzo Maresca menandai babak baru bagi Chelsea—sekaligus menambah daftar pelatih yang datang dan pergi sejak klub diambil alih Todd Boehly dan Clearlake Capital pada 2022. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *