Awas Boncos! Ini Tips Membeli Motor Bekas

favicon progres.id
IlustrasiMotor Bekas/Istimewa

PROGRES.ID– Membeli motor bekas bisa jadi pilihan ekonomis, tetapi risikonya tidak kecil. Tampilan luar yang mulus sering kali menipu dan membuat pembeli lengah, padahal kondisi dalamnya belum tentu sehat. Bahkan, beberapa pedagang nakal bisa memanipulasi odometer agar jarak tempuh terlihat rendah. Supaya tidak menyesal setelah membawa pulang motor bekas, Anda perlu memahami bagian mana saja yang wajib diperiksa.

Melansir Motorplus-online.com, Owner Inspector Motor, Dicky Dwi Putra, membagikan panduan penting bagi calon pembeli agar motor bekas yang dibeli benar-benar aman dan layak pakai. Menurutnya, ada tiga komponen utama yang harus menjadi fokus pengecekan: mesin, kelistrikan, dan rangka.

1. Cek Kondisi Mesin: Pastikan Bersih dan Tidak Mengeluarkan Gejala Aneh

Mesin adalah jantung motor, sehingga kondisinya harus benar-benar diperhatikan:

  •  Tidak ada rembesan oli

Pastikan area mesin dalam keadaan kering, baik di bagian atas maupun bawah. Rembesan oli bisa menandakan seal yang bocor atau mesin yang pernah dibongkar.

  • Suara mesin halus dan tidak ada bunyi abnormal

Bunyi ketukan keras, gesekan, atau suara yang tidak wajar bisa menjadi tanda masalah pada piston, klep, atau komponen internal lain.

  • Perhatikan asap knalpot

Asap putih yang terus keluar menunjukkan adanya gangguan di ruang bakar, seperti ring piston aus atau oli masuk ke ruang pembakaran.

  •  Hindari mesin yang pernah oversize

Mesin yang sudah dibubut dan memakai piston oversize cenderung lebih cepat panas dan berpotensi menimbulkan masalah jangka panjang.

2. Periksa Sistem Kelistrikan: Semua Fitur Harus Berfungsi Normal

Kelistrikan yang bermasalah bisa berujung pada kerusakan fatal jika diabaikan.

  • Lampu indikator menyala saat kontak ON

Seluruh indikator pada speedometer, termasuk check engine, harus menyala saat kunci diputar dan kembali normal setelah mesin hidup.

  •  Starter, lampu, dan klakson

Pastikan electric starter bekerja tanpa delay dan saklar-saklar seperti sein, lampu utama, serta klakson berfungsi optimal.

  •  Cek kondisi kabel

Waspadai kabel dengan sambungan baru atau lilitan isolasi yang mencurigakan. Ini bisa menandakan modifikasi tidak rapi atau pernah ada korsleting.

3. Jangan Abaikan Kondisi Rangka

Rangka merupakan struktur utama yang menentukan keamanan berkendara.

  •  Bebas karat parah

Karat yang menggerogoti rangka dapat melemahkan struktur motor.

  • Tidak ada bekas las

Rangka yang pernah dilas ulang menandakan motor mungkin pernah mengalami kecelakaan atau kerusakan berat.

  •  Handling saat test ride

Saat diuji jalan, setang harus lurus dan motor tidak menarik ke satu sisi. Jika tidak stabil, ada kemungkinan segitiga kemudi atau rangka bermasalah.

4. Verifikasi Keaslian Kilometer dan Komponen Pendukung

Saat ini, penyedia jasa reset odometer cukup banyak, bahkan dengan biaya mulai dari Rp 100 ribuan. Artinya, angka kilometer tidak selalu dapat dipercaya.

  • Lihat keausan komponen

Gunakan indikator lain untuk menilai keaslian jarak tempuh, seperti:

  • Cakram yang menipis
  • Ban aus tidak merata
  • Grip gas mengelupas
  • Leher knalpot berubah warna ekstrem

Jika komponen tersebut tampak sangat aus namun kilometer rendah, patut dicurigai.

5. Perhatikan Orisinalitas Bodi dan Lampu

Pilih motor yang masih menggunakan part asli, terutama pada bagian lampu depan. Misalnya lampu bawaan merek Stanley yang biasa terpasang pada motor-motor Jepang.

6. Pastikan Keaslian Surat-Surat

Surat-surat lengkap dan asli adalah hal mutlak.

BPKB

Cek dengan teliti:

  • Tekstur sampul
  • Benang merah yang tampak menyala di bawah UV
  • Barcode valid
  • Hologram asli (bukan tempelan)

 STNK

Pastikan barcode dapat dipindai dan warna cetakan tidak berbeda dari standar.

7. Jangan Terbuai Harga Murah

Harga yang jauh di bawah pasaran layak dicurigai. Banyak kasus pembeli tertipu karena tergiur harga murah tanpa melakukan pengecekan mendetail.

Membeli motor bekas membutuhkan ketelitian ekstra. Periksa tiga bagian utama—mesin, kelistrikan, rangka—lalu pastikan kondisi pendukung seperti bodi, komponen pemakaian, dan keaslian surat-surat. Dengan langkah yang benar, Anda bisa mendapatkan motor bekas berkualitas tanpa harus khawatir tertipu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *