Waspada! Beredar Link Palsu Cetak Sertifikat SULINGJAR, Ini Penjelasan Resmi Kemendikdasmen

favicon progres.id
laman sulingjar
Laman resmi situs Dashboard Survey Lingkungan Belajar Sulingjar)

PROGRES.ID, BENGKULU – Belakangan ini beredar pesan berantai di WhatsApp yang menampilkan tautan untuk mencetak sertifikat SULINGJAR. Informasi ini langsung membuat resah para guru dan kepala satuan pendidikan. Namun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa link tersebut bukan resmi dan masyarakat diminta lebih waspada.

Dalam pesan yang beredar, disebutkan langkah mencetak sertifikat SULINGJAR bisa dilakukan melalui tautan https://sertifikat.snp.my.id/sulingjar/. Padahal, Kemendikdasmen menegaskan:

  • Informasi tersebut tidak berasal dari Kemendikdasmen.
  • Tidak ada instruksi resmi untuk mencetak sertifikat SULINGJAR melalui link yang beredar di WhatsApp maupun media sosial.
  • Masyarakat, khususnya guru dan tenaga pendidik, dilarang mengakses, mengisi data pribadi, atau mengunggah foto pada laman yang tidak resmi.

Langkah ini penting untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi yang bisa merugikan guru maupun satuan pendidikan.

Hanya Gunakan Kanal Resmi

Kemendikdasmen menegaskan bahwa segala informasi resmi terkait SULINGJAR hanya akan diumumkan melalui kanal resmi, yakni:

  • https://surveilingkunganbelajar.kemdikbud.go.id/
  • https://dashboardslb.kemdikbud.go.id/

Selain itu, informasi juga akan dibagikan lewat media sosial resmi Kemendikbudristek serta surat resmi yang diteruskan melalui Dinas Pendidikan dan/atau Kanwil Kemenag.

Imbauan untuk Guru dan Kepala Sekolah

Guru serta kepala sekolah diminta untuk lebih selektif dalam menerima informasi. Kepala satuan pendidikan berperan penting dalam mengingatkan guru agar hanya menggunakan kanal resmi. Dengan begitu, penyebaran informasi palsu dapat ditekan dan keamanan digital di lingkungan sekolah bisa lebih terjaga.

Kemendikdasmen juga mengajak seluruh pihak membantu menyebarkan informasi yang benar, agar para pendidik tidak lagi terjebak tautan palsu yang berpotensi menimbulkan kerugian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *