PROGRES.ID – Sebuah video yang memperlihatkan momen haru saat KH Asmuni Muhammad Noor bin KH Muhammad Noor, Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Alqur’an Al-Ihsan di Pandeglang, Banten, meninggal dunia, mendadak viral di media sosial.
Kejadian ini terjadi pada Selasa malam (8/10/2024) saat beliau sedang memberikan ceramah pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pengajian bulanan di pesantren tersebut.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @medsoszone pada Jumat (11/10/2024), terlihat KH Asmuni duduk tenang di samping Habib Ali bin Syaikh Abu Bakar bin Salim. Beliau dengan penuh khidmat menyampaikan pesan terakhirnya kepada para santri dan alumni yang hadir.
Pesan Terakhir yang Menyentuh Hati
KH Asmuni sempat memberikan nasihat berharga, mengingatkan para santri dan jamaah untuk menjaga nasab Ba’alawi, garis keturunan yang penuh kehormatan di kalangan masyarakat Arab. Kata-kata ini disampaikan dengan penuh ketegasan, seolah beliau ingin memastikan agar pesan tersebut melekat dalam hati setiap yang mendengarkan.
Namun, di tengah ceramahnya yang menyejukkan hati, KH Asmuni tiba-tiba menundukkan kepala dan terdiam. Dalam hitungan detik, suasana berubah drastis. Beliau wafat di hadapan para santri dan jamaahnya, membuat semua orang yang hadir terkejut dan larut dalam kesedihan mendalam. Acara yang seharusnya menjadi perayaan keagamaan itu seketika berubah menjadi momen duka.
Warisan Ilmu dan Keteladanan yang Abadi
Kepergian KH Asmuni merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ihsan, tetapi juga bagi seluruh umat Islam yang pernah merasakan sentuhan ilmunya. Beliau dikenal sebagai sosok yang penuh hikmah dan rendah hati, serta memiliki dedikasi tinggi dalam menyebarkan ilmu agama.
Selama bertahun-tahun, KH Asmuni telah membina ribuan santri dan mengajarkan akhlak mulia kepada generasi muda. Beliau adalah panutan yang tak tergantikan, meninggalkan warisan ilmu yang akan terus hidup melalui para santri dan alumni yang beliau didik.
Reaksi dan Rasa Kehilangan yang Mendalam
Berita wafatnya KH Asmuni pun segera tersebar luas dan memicu gelombang belasungkawa dari berbagai lapisan masyarakat, terutama komunitas pesantren. Banyak yang mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas sosok ulama yang dihormati ini.
“Semoga amal jariyah beliau diterima oleh Allah SWT, dan nasihat-nasihatnya menjadi pelita bagi kita semua,” tulis salah satu netizen di kolom komentar unggahan video tersebut.
Inspirasi dari Sosok KH Asmuni: Dedikasi Hingga Akhir Hayat
Meninggal dunia saat sedang menyampaikan ceramah agama adalah sebuah tanda keikhlasan dan dedikasi tinggi dari seorang ulama.
Kepergian KH Asmuni di tengah menjalankan tugasnya sebagai pendakwah seolah menunjukkan bahwa hingga napas terakhirnya, beliau tetap berjuang untuk menyebarkan ajaran Islam dan menanamkan nilai-nilai kebaikan pada para santri dan umat.
Pelajaran yang Dapat Dipetik
Kejadian ini mengajarkan kita tentang pentingnya menyampaikan kebaikan hingga akhir hayat. Setiap perkataan, nasihat, dan pesan dari seorang ulama seperti KH Asmuni merupakan bekal berharga yang akan terus dikenang.
Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk selalu berbuat baik dan menebarkan ilmu yang bermanfaat, seperti yang telah beliau lakukan sepanjang hidupnya.
Selamat jalan, KH Asmuni. Semoga amal dan dedikasi Anda menjadi amal jariyah yang terus mengalir, dan ilmu yang Anda wariskan menjadi cahaya penerang bagi generasi mendatang.












