Viral  

McDonald’s Plaza Malioboro Resmi Tutup Setelah 30 Beroperasi, Benarkah Akibat Boikot?

favicon progres.id
mc donald malioboro
Gerai McD di Plaza Malioboro sesudah tutup dan sebelum tutup (Foto: Detik.com, GudegNet)

PROGRES.ID – Jagat media sosial tengah diramaikan dengan sebuah video yang menampilkan penutupan gerai McDonald’s di Plaza Malioboro, Yogyakarta.

Setelah tiga dekade menjadi ikon kuliner cepat saji di kawasan tersebut, gerai legendaris ini akhirnya resmi “pamit”. Kepergian ini menandai akhir dari salah satu era penting dalam sejarah Malioboro.

Dalam video tersebut, tampak gerai McDonald’s yang sudah kosong tertutup rapat dengan tirai putih. Pada tirai itu tertulis pesan, “Coming Soon, New Concept Food and Beverage Store,” yang mengisyaratkan akan ada penggantian konsep kuliner baru di lokasi yang sama.

Meski belum ada kepastian tentang gerai baru yang akan menggantikannya, beberapa simbol kuliner seperti gambar kopi dan pastry turut menghiasi tirai tersebut.

Menurut laporan detikJogja, penutupan McDonald’s di Plaza Malioboro terjadi karena kontrak sewa gerai tersebut telah berakhir. Belum dapat dibenarkan penutupan gerai McD tersebut tutup karena bangkrut sejak ada gerakan boikot produk pro Israel.

Untuk diketahui, sejak pertama kali berdiri, McDonald’s sudah menjadi bagian dari Malioboro, bahkan sejak pusat perbelanjaan itu masih bernama Malioboro Mall.

Ikon Kuliner yang Melekat di Hati Warga Jogja

Ketua DPD Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Deddy, turut memberikan pandangannya tentang penutupan ini.

Menurutnya, McDonald’s Malioboro merupakan salah satu restoran legendaris yang memiliki banyak kenangan, baik bagi warga Jogja, pendatang, maupun para wisatawan.

“McDonald’s Malioboro sudah menjadi bagian dari cerita kota ini selama puluhan tahun. Banyak kenangan yang lahir di sana,” ujar Deddy, Sabtu malam (14/9/2024) seperti dinukil dari detikJogja.

Ia juga mengungkapkan rasa kecewanya atas penutupan gerai tersebut, mengingat selama 30 tahun McDonald’s menjadi teman setia bagi penduduk lokal dan pengunjung Malioboro.

Deddy menekankan bahwa McDonald’s adalah salah satu pionir restoran cepat saji di kawasan tersebut, dan penutupannya tentu meninggalkan kekosongan yang sulit diisi.

“Kita sangat menyayangkan penutupannya, tetapi kemungkinan kontrak sewa yang berakhir atau alasan lain memang membuat gerai ini harus ditutup. Kita hanya bisa memaklumi,” tambahnya.

Malioboro Tetap Menjaga Semangat Wisata

Meski begitu, Deddy berharap bahwa pamitnya McDonald’s dari Malioboro tidak akan mengurangi semangat wisata di kawasan tersebut. Malioboro, katanya, masih memiliki banyak sentra kuliner dan ikon-ikon wisata lainnya yang terus menarik pengunjung.

“Malioboro masih memiliki banyak pilihan kuliner yang menggugah selera. Jadi, semoga semangat wisata dan kuliner di Malioboro tetap terjaga,” ujarnya, optimis.

Selain itu, McDonald’s masih tetap hadir di beberapa lokasi lain di Yogyakarta, sehingga para penggemarnya tidak perlu khawatir kehilangan tempat favorit mereka sepenuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *