PROGRES.ID – Kebahagiaan pasangan pengantin baru asal Sumatera Barat berubah menjadi duka mendalam.
Gilang Kurniawan (27 Tahun) dan Cindy Desta Nanda (27 Tahun), yang baru empat hari menikah, mengalami tragedi mengenaskan saat berbulan madu di sebuah penginapan glamping kawasan wisata Lakeside Alahan Panjang, Kabupaten Solok.
Cindy ditemukan tak bernyawa di kamar mandi, sementara sang suami, Gilang, ditemukan dalam kondisi tak sadar dan kini masih dirawat intensif di rumah sakit.
Kasus ini langsung viral di media sosial setelah beredar foto kamar mandi penginapan yang menunjukkan tabung gas LPG 12 kilogram warna pink berada di dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi udara.
Kronologi Bulan Madu yang Berakhir Tragis
Pasangan muda tersebut diketahui menginap di glamping yang menghadap ke danau indah di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Solok. Mereka check in pada Selasa (7/10/2025) pukul 13.30 WIB, dan malam harinya masih sempat memesan makanan seperti sup iga dan mie kuah pedas.
Namun keesokan paginya, Rabu (8/10/2025), situasi berubah mencekam. Seorang karyawan penginapan yang hendak mengantarkan sarapan memanggil dari luar, dan hanya terdengar suara laki-laki yang menyebut sedang mandi. Beberapa waktu ditunggu, kamar tetap sunyi.
Merasa ada yang tidak beres, pihak penginapan akhirnya membuka pintu secara paksa sekitar pukul 07.30 WIB.
Betapa terkejutnya mereka saat menemukan pasangan tersebut tergeletak di kamar mandi — Gilang dalam keadaan tak sadarkan diri di lantai, sementara Cindy terkapar di belakang pintu.
Upaya Penyelamatan dan Hasil Awal Pemeriksaan
Petugas penginapan sempat memberikan bantuan oksigen portabel sebelum membawa keduanya ke Puskesmas Alahan Panjang. Sayangnya, Cindy dinyatakan meninggal dunia pukul 08.35 WIB, sementara Gilang segera dirujuk ke RSUD Arosuka lalu dipindahkan ke RS Semen Padang untuk penanganan lanjutan.
Gilang kini dirawat di ruang High Care Unit (HCU) dan mulai sadar, namun belum sepenuhnya mengingat kejadian nahas tersebut. Dugaan Kuat: Keracunan Gas Karbon Monoksida
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kemungkinan besar keduanya keracunan gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari water heater berbahan bakar LPG di kamar mandi.
Gas tersebut diduga bocor dari tabung gas 12 kilogram yang dipasang di ruang mandi tanpa ventilasi, menyebabkan kadar oksigen menurun drastis.
Kakak korban, Mieke Erda (39), mengungkapkan surat rujukan dari RSUD Arosuka mencantumkan diagnosis penurunan kesadaran akibat keracunan gas karbon monoksida dari pemanas air.
“Di surat rujukan tertulis jelas, penyebabnya keracunan gas CO dari water heater,” ujar Mieke.
Temuan Polisi di Lokasi Kejadian
Kapolsek Lembah Gumanti AKP Barata Rahmat Sukarsih membenarkan insiden tragis tersebut.
Menurut hasil visum luar, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.
“Korban perempuan sudah meninggal saat dibawa ke puskesmas, dan tidak ada luka kekerasan,” ujar AKP Barata, Jumat (10/10/2025).
Pihak keluarga sempat menyetujui autopsi, namun akhirnya menolak dengan alasan pribadi.
Jenazah Cindy Desta Nanda telah dimakamkan di Padang pada Jumat sore (10/10/2025).
Sementara itu, foto-foto kondisi kamar mandi yang memperlihatkan posisi tabung gas di dalam ruangan sempit viral di media sosial dan menuai kecaman netizen. Banyak warganet menilai pihak penginapan lalai dalam aspek keamanan instalasi gas dan ventilasi ruangan.
Penyelidikan Masih Berlanjut
Kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam bersama tim forensik Polda Sumatera Barat untuk memastikan penyebab pasti kematian Cindy. Fokus utama penyidikan saat ini adalah dugaan kebocoran gas water heater yang digunakan di kamar mandi glamping tersebut.
Keluarga korban berharap pemerintah daerah dan pihak berwenang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan penginapan di kawasan wisata.
Sementara itu, Gilang Kurniawan masih berjuang memulihkan kondisi fisik dan trauma mendalam akibat kehilangan istrinya di momen yang seharusnya menjadi hari-hari bahagia mereka.












