PROGRES.ID, TEHERAN — Gerakan perlawanan Yaman, Ansarullah atau yang populer disebut Houthi, memperingatkan Arab Saudi bahwa setiap eskalasi serangan terhadap Yaman akan dibalas dengan operasi militer yang lebih kuat dan merusak. Ansarullah bahkan menyebut lembaga pemerintahan serta institusi negara di wilayah Saudi dapat menjadi sasaran pembalasan apabila Riyadh meningkatkan agresinya.

Peringatan tersebut disampaikan Hizam al-Asad, anggota biro politik Ansarullah, pada Minggu malam. Ia menuding serangan udara Saudi terhadap kawasan permukiman di Yaman, termasuk yang menewaskan warga sipil, merupakan upaya Riyadh untuk meraih keuntungan militer setelah bertahun-tahun melakukan operasi militer dan mengerahkan pasukan dengan dukungan Amerika Serikat serta Israel.

Menurut Al-Asad, serangan terbaru Saudi juga berkaitan dengan kekalahan pasukan yang bersekutu dengan Riyadh di wilayah perbatasan dan daerah-daerah yang diduduki.

“Serangan brutal Saudi baru-baru ini merupakan respons terhadap kekalahan memalukan pasukan tentara bayaran dan pukulan telak yang dilancarkan angkatan bersenjata Yaman terhadap mereka,” ujarnya, sebagaimana dikutip Press TV.

Ansarullah Soroti Korban Sipil Akibat Serangan Saudi

Al-Asad menyatakan eskalasi agresi Saudi tidak hanya terlihat dari serangan militer, tetapi juga dari berlanjutnya blokade dan tekanan ekonomi yang menurutnya memperburuk kondisi kehidupan masyarakat Yaman.

Ia menyoroti serangan udara Saudi di Provinsi Sa’ada, Yaman barat laut, pada Minggu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk lima anak-anak dan dua perempuan, ketika sebuah keluarga berkumpul untuk makan siang.

Al-Asad mempertanyakan alasan warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak, menjadi korban serangan yang menggunakan bom buatan Amerika Serikat.

Ia juga menuduh pemerintah Saudi terus menjadikan warga sipil sebagai sasaran sekaligus mengerahkan lebih banyak pasukan yang disebutnya sebagai tentara bayaran untuk melanjutkan operasi militer di Yaman.

Pernyataan tersebut merupakan tuduhan dari pihak Ansarullah. Rincian mengenai insiden dan jumlah korban dalam laporan yang dikutip perlu dilihat bersama keterangan independen lainnya.

Yaman Ancam Sasar Target Militer Strategis di Wilayah Saudi

Pejabat Ansarullah itu menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan meningkatkan operasi balasan dengan menyasar instalasi militer strategis dan objek vital militer jauh di dalam wilayah Arab Saudi.

Menurutnya, langkah tersebut dimaksudkan untuk mencegah serangan lanjutan terhadap Yaman. Ia menegaskan bahwa respons Sanaa akan mengikuti prinsip “eskalasi dibalas dengan eskalasi” serta “blokade dibalas dengan blokade”.

Al-Asad juga mengecam sikap diam komunitas internasional terhadap serangan yang disebutnya menargetkan warga sipil Yaman. Ia menilai kepentingan finansial dan energi menjadi salah satu faktor yang menghambat lembaga-lembaga internasional mengambil sikap tegas.

Meski menghadapi tekanan militer dan ekonomi, ia menyatakan rakyat Yaman tidak akan menyerah. Menurutnya, serangan Saudi justru akan memperkuat tekad masyarakat untuk terus bertahan.

Ketegangan Yaman-Saudi dan Ancaman Blokade Maritim

Dalam perkembangan lain, pemerintah yang berbasis di Sanaa pada 20 Juli mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Langkah tersebut disebut sebagai respons atas blokade terhadap Yaman yang dinilai tidak adil dan menindas.

Setelah pengumuman itu, angkatan bersenjata Yaman melaporkan sejumlah operasi terhadap kapal-kapal yang dikaitkan dengan Arab Saudi di Laut Merah.

Namun, klaim mengenai operasi terhadap kapal-kapal tersebut berasal dari pihak Yaman dan memerlukan verifikasi independen untuk memastikan rincian sasaran serta dampaknya.

Ketegangan kedua pihak berakar pada intervensi militer yang dimulai pada Maret 2015, ketika Arab Saudi bersama sejumlah negara sekutunya melancarkan operasi militer terhadap Yaman. Kampanye tersebut juga mendapat dukungan militer, politik, dan logistik dari Amerika Serikat serta sejumlah negara Barat.

Konflik berkepanjangan itu telah menyebabkan puluhan ribu warga Yaman kehilangan nyawa dan memperburuk krisis kemanusiaan di negara tersebut.

Sementara itu, menurut narasi Ansarullah, tujuan utama intervensi Saudi untuk memulihkan pemerintahan yang sejalan dengan kepentingan Riyadh belum tercapai. Ancaman terbaru dari Al-Asad menunjukkan bahwa potensi eskalasi antara kedua pihak masih menjadi persoalan serius bagi keamanan Yaman dan kawasan Semenanjung Arab.