Iran Pamer Kekuatan Rudal Balistik Hantam AS–Israel, Apakah Indonesia Juga Punya Senjata Serupa? Ini Faktanya

favicon progres.id
rudal balistik khan indonesia
Rudal balistik KHAN milik TNI (Foto: Dok. Kemhan RI/Progres.id)

PROGRES.ID – Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang pecah sejak 28 Februari 2026 membuat dunia kembali menyoroti kekuatan rudal balistik. Serangan-serangan jarak jauh yang diluncurkan Iran disebut mampu menjangkau ribuan kilometer dan menghantam berbagai target strategis, termasuk wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika di Timur Tengah.

Kemampuan rudal balistik Iran ini memicu perhatian global. Banyak pihak kemudian bertanya-tanya: apakah Indonesia juga memiliki rudal balistik dengan kemampuan serupa?

Indonesia Punya Rudal Balistik Taktis Impor dari Turki

Indonesia diketahui telah mengoperasikan rudal balistik taktis bernama KHAN yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan Turki, Roketsan. Sistem senjata ini mulai tiba di Indonesia pada akhir 2025.

Kehadiran rudal KHAN menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal balistik taktis tersebut.

Batch pertama rudal ini ditempatkan di Batalyon Artileri Medan 18/Buritkang di Kalimantan Timur. Penempatan tersebut bertujuan memperkuat pengamanan wilayah strategis, termasuk Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II serta kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Indonesia Juga Mengembangkan Rudal Dalam Negeri

Selain mengimpor sistem rudal dari luar negeri, Indonesia juga mengembangkan teknologi rudal secara mandiri melalui perusahaan pertahanan nasional, PT Pindad.

Beberapa produk yang telah dikembangkan antara lain:

  • Rantis Komodo Missile Launcher, kendaraan taktis peluncur rudal Mistral.
  • R-Han 122B, roket pertahanan berkaliber 122 mm dengan jangkauan sekitar 30 kilometer.
  • Pengembangan Anti-Tank Guided Missile (ATGM) untuk menghancurkan kendaraan tempur berat.

Meski begitu, kemampuan sistem rudal dalam negeri tersebut masih berada di bawah rudal balistik taktis seperti KHAN.

Detail Kedatangan Rudal KHAN di Indonesia

Kedatangan rudal KHAN merupakan bagian dari kontrak kerja sama pertahanan antara Indonesia dan industri militer Turki yang diteken pada 2022.

Beberapa detail terkait pengiriman dan operasionalnya antara lain:

1. Pengiriman dan Operasional
Rudal mulai tiba di Indonesia pada periode Agustus hingga September 2025. Batch pertama ditempatkan di Yonarmed 18/Kodam VI Mulawarman, Kalimantan Timur, namun masih berada di bawah pengawasan Kementerian Pertahanan sebelum diserahkan sepenuhnya kepada TNI Angkatan Darat.

2. Pengiriman Batch Kedua
Pengiriman tahap berikutnya dijadwalkan berlangsung pada awal tahun 2026 untuk melengkapi sistem persenjataan tersebut.

3. Penempatan di Lokasi Strategis
Rudal ini ditempatkan di Kalimantan Timur untuk memperkuat pertahanan wilayah utara Indonesia, melindungi kawasan Ibu Kota Nusantara, serta meningkatkan kemampuan pertahanan darat dan maritim.

Spesifikasi Rudal KHAN

Rudal balistik taktis KHAN memiliki sejumlah kemampuan yang cukup canggih untuk sistem senjata jarak pendek.

Beberapa spesifikasinya meliputi:

  • Jenis: Rudal balistik jarak pendek (Tactical Ballistic Missile/TBM) dengan peluncur mobile menggunakan truk Tatra 8×8.
  • Jangkauan: Hingga sekitar 280 kilometer dengan tingkat presisi tinggi.
  • Kecepatan: Mencapai sekitar Mach 5 atau sekitar 6.125 km/jam.
  • Hulu ledak: sekitar 570 kilogram.
  • Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS/GLONASS dan Inertial Navigation System (INS) untuk meningkatkan akurasi serangan.

Dampak Strategis bagi Pertahanan Indonesia

Masuknya rudal KHAN ke arsenal TNI dinilai meningkatkan kemampuan serangan presisi jarak jauh Indonesia. Sistem ini berpotensi menghancurkan berbagai target strategis seperti radar, fasilitas militer, hingga bunker pertahanan lawan.

Selain itu, keberadaan rudal ini juga memperkuat posisi pertahanan Indonesia di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan, khususnya di wilayah Laut Tiongkok Selatan.

Namun, sejumlah pengamat menilai pengembangan sistem rudal jarak jauh di kawasan Asia Tenggara juga berpotensi memicu perlombaan senjata di tingkat regional.

TNI Masuk Era Modernisasi Pertahanan Baru

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Wahyu Yudhayana, sebelumnya menjelaskan bahwa batch pertama rudal KHAN memiliki kekuatan setara satu batalyon.

Menurutnya, satu batalyon tersebut terdiri dari satu baterai markas serta empat baterai operasional.

Ia juga menegaskan bahwa penempatan sistem rudal ini di Kalimantan Timur dilakukan berdasarkan konsep pertahanan nasional yang mengedepankan strategi pertahanan pulau-pulau besar dan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta.

Dengan konsep tersebut, alutsista strategis dapat menjangkau wilayah luas serta mendukung perlindungan terhadap lima pulau besar di Indonesia.

Kerja sama pengadaan rudal KHAN sendiri dilakukan oleh Kementerian Pertahanan RI melalui kontrak dengan Roketsan pada 2022, saat kementerian tersebut dipimpin oleh Prabowo Subianto.

Masuknya rudal balistik taktis ini menandai langkah penting modernisasi sistem pertahanan Indonesia, terutama dalam meningkatkan kemampuan serangan presisi jarak jauh dan perlindungan terhadap wilayah strategis nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *