Mengenal Anthrax, Ciri dan Cara Mengatasi Bila Terpapar

favicon progres.id
ilustrasi: Athrax: Alodokter.com

PROGRES.ID- Anthrax, atau yang dikenal juga sebagai antraks, adalah sebuah penyakit infeksi bakteri yang dapat menular dari hewan ternak seperti sapi atau kambing. Seseorang dapat terinfeksi anthrax melalui kontak langsung dengan hewan yang terjangkit penyakit ini atau mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi seperti diktuip dari Alodokter.com.

Anthrax merupakan penyakit serius yang dapat berakibat fatal, namun keberadaannya sangatlah jarang. Selain itu, hingga saat ini belum ditemukan bukti yang meyakinkan bahwa bakteri penyebab antraks dapat menular antarmanusia.

Penyebab Tersembunyi di Balik Serangan Anthrax

Anthrax disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan nama Bacillus anthracis yang hidup di dalam tanah. Bakteri ini menyasar hewan pemakan rumput seperti sapi, kambing, domba, dan kuda.

Berdasarkan cara penularannya, antraks dibagi menjadi tiga jenis utama:

1. Anthrax Kulit: Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan kulit hewan yang terinfeksi, seperti bulu, tulang, atau dagingnya. Dalam kasus yang langka, seseorang juga dapat terinfeksi anthrax kulit melalui kontak dengan luka yang sudah ada pada kulit penderita antraks. Anthrax kulit adalah jenis antraks yang paling umum terjadi, namun keberbahayaannya rendah. Gejalanya muncul sekitar 1–7 hari setelah paparan.

2. Anthrax Pencernaan: Penularan jenis ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi atau mati akibat antraks, terutama jika daging tersebut dimasak tidak sempurna. Gejala anthrax pencernaan biasanya muncul sekitar 1–7 hari setelah terpapar bakteri.

3. Anthrax Pernapasan: Jenis antraks ini merupakan yang paling berbahaya. Seseorang dapat terinfeksi anthrax pernapasan jika menghirup serbuk (spora) yang mengandung bakteri antraks, seperti ketika memproses bulu atau kulit hewan ternak. Gejala infeksi anthrax pernapasan biasanya baru muncul setelah 7 hari hingga 2 bulan setelah paparan spora.

Meresahkan! Faktor-Faktor yang Meningkatkan Risiko Terjangkit Anthrax

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi anthrax, yaitu:

1, Beraktivitas di daerah dengan tingkat kasus anthrax yang tinggi.
2. Bekerja di tempat pengolahan kulit, bulu, atau daging hewan ternak.
3. Menjadi peternak atau pengelola hewan.
4. Melakukan penelitian tentang antraks di laboratorium.
5. Menjadi dokter hewan, terutama yang menangani hewan ternak.
6. Gejala yang Mengerikan: Antraks Mengungkapkan Wujudnya yang Menyeramkan

Gejala anthrax bervariasi tergantung pada jalur masuk bakteri ke dalam tubuh. Berikut adalah beberapa gejala antraks berdasarkan jenis penularannya:

Anthrax Kulit: Munculnya benjolan-benjolan di kulit yang dapat disertai rasa gatal. Benjolan-benjolan ini sering muncul di wajah, leher, dan lengan. Lama kelamaan, benjolan-benjolan tersebut dapat berubah menjadi borok berwarna hitam tanpa menimbulkan rasa nyeri.

Anthrax Pencernaan: Gejala anthrax pencernaan meliputi mual, muntah, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, sakit perut, hilang nafsu makan, sakit kepala, demam, benjolan di leher, diare, dan buang air besar berdarah.

Anthrax Pernapasan: Gejala anthrax pernapasan meliputi nyeri saat menelan, demam, nyeri otot, kelelahan, rasa tidak nyaman di dada, sesak napas atau napas pendek, syok, meningitis, dan peradangan pada selaput otak.

Anthrax termasuk penyakit yang jarang terjadi, namun penanganannya harus segera dilakukan. Jika Anda mengalami gejala anthrax seperti yang telah dijelaskan di atas, terutama jika sering berkontak dengan hewan ternak atau mengonsumsi daging hewan ternak yang tidak matang sempurna, segeralah periksakan diri ke dokter.

Menyingkap Tabir Anthrax: Deteksi dan Pengobatan

Dalam proses diagnosis anthrax, dokter akan menanyakan gejala yang muncul serta riwayat kontak dengan hewan ternak, kemudian melakukan pemeriksaan fisik. Jika ada kecurigaan terjadi antraks, dokter akan melakukan serangkaian tes seperti tes kulit untuk mengambil sampel dari cairan atau kulit luka yang diduga terinfeksi anthrax kulit dan kemudian menganalisanya di laboratorium. Tes darah dilakukan untuk mengetahui keberadaan bakteri anthrax dalam darah. Rontgen dada digunakan untuk mendeteksi kelainan paru-paru akibat anthrax pernapasan. Jika dicurigai terjadi anthrax pencernaan, dokter dapat memeriksa sampel feses pasien untuk mendeteksi adanya bakteri anthrax. Selain itu, pungsi lumbal juga bisa dilakukan dengan mengambil cairan saraf tulang belakang melalui jarum yang dimasukkan ke dalam celah tulang belakang untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

Anthrax dapat diobati dengan antibiotik. Penanganan yang cepat akan meningkatkan kesembuhan. Dokter akan memberikan kombinasi antibiotik seperti penisilin, doxycycline, dan ciprofloxacin untuk memastikan pengobatan yang optimal.

Jika tidak segera diobati, anthrax dapat menyebabkan peradangan pada selaput otak dan tulang belakang, yang dikenal sebagai meningitis. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat yang berujung pada kematian.

Langkah Pencegahan Anthrax

Anthrax dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor yang dapat memicu penularannya. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah:

1. Hindari mengonsumsi daging hewan ternak yang sudah mati atau tidak matang sempurna.
2. Pastikan daging telah dimasak hingga matang secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.
3. Berikan vaksin anthrax kepada seluruh hewan ternak yang sehat jika Anda memiliki peternakan.
4. Gunakan perlindungan yang memadai ketika berkontak dengan hewan yang terinfeksi anthrax.
5. Dalam Menghadapi Ancaman Anthrax, Kewaspadaan Adalah Kunci

Anthrax merupakan penyakit langka yang menakutkan, namun tetaplah waspada. Jika Anda memiliki gejala yang mencurigakan atau memiliki risiko terkena anthrax, segera cari pertolongan medis. Deteksi dini dan penanganan yang tepat akan meningkatkan peluang kesembuhan.

Ingatlah, menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan hewan ternak yang terinfeksi atau daging yang tidak matang secara sempurna adalah langkah-langkah penting untuk mencegah penularan anthrax. Dengan kehati-hatian dan kewaspadaan, kita dapat melindungi diri kita dan orang-orang terdekat dari ancaman mengerikan ini.(Koe)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *