Mulai Tayang di Bioskop, Ini Sinopsis Film Suzzanna: Malam Jumat Kliwon

Suzzanna malam jumat kliwon
Film Suzzanna: Malam Jumat Kliwon (Soraya Intercine Film)

PROGRES.ID –¬†Film horor lokal selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemar genre ini, terutama jika melibatkan sosok legendaris seperti Suzzanna. Pada tahun 2018, Soraya Intercine Films berhasil menghidupkan kembali sosok Suzzanna lewat film “Suzzanna: Bernapas dalam Kubur” yang diperankan oleh Luna Maya. Kini, pada tahun ini, Luna Maya kembali memerankan legenda horor tersebut dalam film “Suzzanna: Malam Jumat Kliwon.”

Spoiler Alert

Sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini, perlu diketahui ada bocoran (spoiler) dalam sinopsis ini. Bagi Anda yang bakal merasa terganggu dan akan membuat menonton film ini menjadi tidak seru lagi, disarankan untuk tidak melanjutkan membaca.

Bacaan Lainnya

Sinopsis film “Suzzanna: Malam Jumat Kliwon”

Sinopsis film “Suzzanna: Malam Jumat Kliwon” bercerita tentang Suzzanna yang terpaksa menikahi seorang saudagar di desanya untuk melunasi utang orang tuanya. Namun, pernikahan ini tidak disetujui oleh istri pertama sang saudagar, yang kemudian melakukan santet kepada Suzzanna. Tragisnya, Suzzanna meninggal dunia saat melahirkan sebelum akhirnya menjadi Sundel Bolong yang gentayangan.

Sebelum menonton film ini di bioskop, mari simak ulasan singkatnya berikut ini.

Jalan cerita film ini memiliki sedikit perbedaan dengan film “Malam Jumat Kliwon” yang dibintangi oleh mendiang Suzzanna pada tahun 1986. Namun, premis dari “Suzzanna: Malam Jumat Kliwon” sendiri bukanlah sesuatu yang baru dalam film horor. Premisnya adalah tipikal dari jalan cerita film horor standar yang telah sering digunakan dalam film-film horor lokal.

Film ini mengisahkan tentang hantu perempuan korban eksploitasi yang kembali untuk membalas dendam. Meskipun premisnya standar, film ini tetap menarik karena menyatukan berbagai elemen seperti romansa, komedi, dan sedikit aksi, bukan hanya fokus pada horor semata. Penggabungan elemen ini memberi warna pada cerita yang sebenarnya sederhana.

Namun, pengemasan cerita dalam film ini terbilang agak rumit. Terdapat banyak momen yang sebenarnya tidak terlalu penting dan dapat dipangkas untuk mengurangi durasinya. Meskipun begitu, penyelesaian konflik pada akhir film berjalan dengan baik.

Ekspektasi penonton saat menonton film horor mungkin berharap mendapatkan banyak adegan jump scare yang mengagetkan. Namun, “Suzzanna: Malam Jumat Kliwon” tidak mengandalkan jump scare untuk menimbulkan rasa takut pada penonton.

Film ini lebih fokus membangun atmosfer yang mencekam dalam setiap adegannya. Selain itu, elemen gore juga digunakan beberapa kali untuk menciptakan ketegangan dan ketidaknyamanan pada penonton.

Hasilnya, film ini berhasil membentuk suasana yang mencekam tanpa harus bergantung pada jump scare. Namun, bagi penonton yang menganggap jump scare sebagai elemen penting dalam film horor, “Suzzanna: Malam Jumat Kliwon” mungkin akan sedikit mengecewakan.

Meskipun demikian, film ini tetap menarik untuk ditonton karena Luna Maya berhasil membawakan peran Suzzanna dengan baik. Bagi para penggemar film horor lokal dan sosok legendaris seperti Suzzanna, “Suzzanna: Malam Jumat Kliwon” tetap menjadi pilihan menarik untuk disaksikan di bioskop.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.