PROGRES.ID – Aktris Cinta Laura dan sang kekasih Arya Vasco membagikan kisah menarik soal toleransi beragama yang mereka jalani sejak kecil di lingkungan keluarga. Meski berasal dari latar belakang keyakinan yang berbeda, keduanya tumbuh dengan nilai saling menghormati, termasuk dalam merayakan hari besar keagamaan seperti Natal.
Sebagai seorang Muslim, Arya Vasco mengaku sudah terbiasa dengan suasana Natal dari keluarga sang ayah. Ia kerap ikut berkumpul saat momen tersebut tiba, meski perayaannya dilakukan secara sederhana dan tidak bersifat religius.
“Kita nggak tukar kado. Tapi dulu dari keluarga ayah aku memang sempat ngerayain, biasanya cuma makan malam bersama,” ujar Arya Vasco saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu seperti dinukil dari GridID.
Bagi Arya, kebersamaan saat makan malam keluarga sudah cukup untuk menghadirkan kehangatan Natal. Hal serupa juga dirasakan Cinta Laura, yang menyebut bahwa di keluarganya, Natal lebih dimaknai sebagai tradisi budaya, bukan ritual keagamaan.
“Kalau di keluarga aku, Natal itu lebih dilihat sebagai budaya, bukan secara religius. Di Jerman, mau apa pun agamanya, Christmas itu seperti Idul Fitri, orang-orang kumpul bersama,” tutur Cinta Laura.
Memiliki latar belakang keluarga multikultural, Cinta Laura sudah terbiasa melihat Natal sebagai momen mempererat hubungan keluarga. Ia menyebut bahwa perayaan di rumahnya biasanya hanya berupa makan malam pada malam Natal.
“Biasanya cuma Christmas Eve dinner. Itu pun lebih ke quality time sebagai keluarga, bukan perayaan agama tertentu. Apalagi mama aku juga Muslim, jadi cara kita merayakannya memang beda,” lanjut Cinta.
Arya Vasco pun sependapat. Menurutnya, esensi Natal yang ia rasakan lebih kepada suasana suka cita dan kebersamaan, tanpa dikaitkan dengan aspek religius.
“Lebih ke festivity-nya aja, bukan dari sisi religinya,” ujar Arya.
Sebagai pasangan, Cinta Laura dan Arya Vasco ternyata memiliki banyak kesamaan, salah satunya berasal dari keluarga dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam. Hal ini membuat proses saling mengenal keluarga masing-masing berjalan alami dan tanpa hambatan.
“Aku sudah sering ketemu orang tua dia, dia juga sering ketemu orang tua aku. Jadi nggak perlu pendekatan khusus, karena memang sudah saling kenal,” kata Cinta Laura.
Kisah Cinta Laura dan Arya Vasco ini pun menjadi contoh nyata bahwa toleransi beragama dapat tumbuh harmonis dalam keluarga dan hubungan, dengan mengedepankan rasa saling menghormati dan kebersamaan.












