PROGRES.ID – Film The Woman in Cabin 10 resmi tayang di Netflix mulai 10 Oktober 2025. Dibintangi oleh Keira Knightley, film ini diadaptasi dari novel laris karya Ruth Ware yang menggabungkan unsur thriller psikologis, misteri, dan drama sosial.
Mengambil latar di kapal pesiar super mewah yang berlayar di tengah lautan, film ini menghadirkan atmosfer glamor sekaligus mencekam. Ceritanya mengikuti seorang jurnalis ambisius yang terjebak di antara rasa takut, paranoia, dan perjuangan untuk membuat suaranya didengar.
Dengan sentuhan elegan dan suasana tegang, The Woman in Cabin 10 tidak hanya menawarkan kisah misteri, tapi juga refleksi mendalam tentang bagaimana perempuan sering kali diragukan ketika berusaha menyampaikan kebenaran.
1. Dari Novel Bestseller ke Layar Netflix
Novel The Woman in Cabin 10 pertama kali dirilis pada tahun 2016 dan langsung menjadi salah satu karya thriller paling populer di dunia. Hampir satu dekade kemudian, kisah menegangkan tersebut akhirnya diangkat ke layar kaca oleh sutradara Simon Stone, yang sebelumnya sukses lewat film The Dig.
Proyek adaptasi ini sempat tertunda selama beberapa tahun hingga akhirnya Netflix mengambil alih hak produksinya. Dalam wawancara bersama The Hollywood Reporter, Ruth Ware mengungkapkan kebahagiaannya ketika mengetahui Keira Knightley akan memerankan tokoh utama, Lo Blacklock. Ia menyebut momen itu sebagai salah satu pencapaian paling berkesan dalam kariernya.
Simon Stone menampilkan visual megah dengan menggunakan kapal pesiar sungguhan sebagai lokasi syuting. Desain produksinya menciptakan nuansa elegan sekaligus claustrophobic—menonjolkan tema isolasi dan tekanan mental yang dialami tokoh utama. Netflix sendiri menggambarkan film ini sebagai “thriller elegan yang membawa penonton ke dalam labirin misteri di tengah laut”.
2. Sinopsis Film The Woman in Cabin 10
Lo Blacklock (Keira Knightley) adalah seorang jurnalis perjalanan yang ambisius. Ia mendapat kesempatan langka untuk meliput pelayaran eksklusif di kapal pesiar mewah yang hanya dihadiri oleh para elit dunia. Namun suasana glamor itu berubah mencekam ketika Lo mendengar teriakan dari kabin sebelah dan menyaksikan sosok perempuan didorong ke laut.
Panik, Lo segera melapor kepada pihak keamanan. Tetapi keesokan harinya, seluruh penumpang dinyatakan lengkap—tak ada seorang pun yang hilang. Tak ada bukti, tak ada saksi, dan tidak ada yang mempercayainya. Lo pun mulai mempertanyakan kewarasannya sendiri, terjebak dalam permainan gaslighting yang membuatnya kian terpojok.
Di tengah tekanan psikologis, Lo tetap berusaha mengungkap kebenaran di balik kejanggalan di kapal tersebut. Namun semakin dekat ia pada jawaban, semakin besar pula ancaman yang membayangi. Film ini dengan kuat menggambarkan perjuangan seorang perempuan untuk membuktikan bahwa ia tidak berhalusinasi — bahwa apa yang ia lihat benar-benar terjadi.
Tema gaslighting dan paranoia menjadi elemen utama film ini, menghadirkan ketegangan yang terus meningkat hingga akhir.
3. Pesan Feminisme dan Sekuel yang Dinantikan
Ruth Ware menyatakan kepuasannya terhadap hasil adaptasi film yang dinilai tetap setia pada semangat cerita aslinya. Menurutnya, The Woman in Cabin 10 bukan sekadar kisah misteri di tengah laut, tetapi juga cerminan sosial tentang bagaimana perempuan harus berjuang keras agar suaranya didengar dan dipercaya.
Bersamaan dengan perilisan film ini, Ruth Ware juga memperkenalkan novel sekuelnya yang berjudul The Woman in Suite 11. Dalam cerita lanjutan tersebut, Lo Blacklock kini digambarkan sebagai seorang ibu yang kembali terjebak dalam misteri baru di sebuah hotel mewah di Swiss. Kisah ini memperdalam perjalanan karakternya yang masih bergulat dengan trauma masa lalu dan keberaniannya mencari kebenaran.
Dengan pesan feminis yang kuat, sinematografi menawan, dan akting intens dari Keira Knightley, The Woman in Cabin 10 menjadi film thriller psikologis yang menggugah sekaligus memikat. Film ini bukan hanya soal misteri pembunuhan di tengah laut, tetapi juga tentang keberanian seorang perempuan untuk tidak bungkam dalam menghadapi keraguan dan ketakutan. **










