PROGRES.ID – Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan telah menembak jatuh sebuah pesawat yang diduga sedang menjalankan misi penyelamatan terhadap pilot jet tempur F-15E milik Amerika Serikat yang sebelumnya ditembak jatuh pada Jumat (3/4/2026) di selatan Kota Isfahan.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut pesawat tersebut terbang memasuki wilayah udara Iran saat mencoba melakukan operasi penyelamatan. Namun, hingga kini belum dijelaskan secara rinci jenis pesawat yang ditembak jatuh dalam operasi tersebut.
Dinukil dari Telegram PressTV, IRGC hanya merilis gambar yang memperlihatkan kepulan asap dari kejauhan di sebuah area padang luas. Gambar tersebut diduga berasal dari dokumentasi warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Selain itu, IRGC juga mengklaim telah menembak jatuh satu unit drone milik Israel jenis Hermes 900 di wilayah Isfahan, Iran tengah. Dengan jatuhnya drone tersebut, Iran menyatakan total drone yang berhasil dihancurkan sejak konflik meningkat telah mencapai 162 unit.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan, terutama setelah jatuhnya jet tempur F-15E Amerika Serikat di wilayah Iran dan operasi pencarian pilot yang masih berlangsung. Situasi ini semakin meningkatkan risiko eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.












