Serangan baru terhadap jalur distribusi atau fasilitas produksi dapat kembali menekan ekspor minyak dari kawasan tersebut.

Lebih jauh, Mearsheimer menilai dampak ekonomi perang masih terasa meskipun pasokan minyak mulai pulih. Ia menunjuk indikator seperti inflasi, harga minyak, imbal hasil obligasi, biaya bahan bakar diesel, dan suku bunga kredit perumahan sebagai faktor yang perlu diperhatikan.

Ia berpendapat bahwa perekonomian negara-negara Barat, serta sejumlah negara Asia, masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian di kawasan Teluk.

Dengan demikian, pemulihan pasokan minyak dalam jangka pendek belum cukup untuk membuktikan bahwa risiko ekonomi akibat konflik telah berakhir.

Strategi Trump Berisiko Menghasilkan Bumerang

Pada bagian akhir analisisnya, Mearsheimer menyimpulkan bahwa strategi untuk memaksa Iran menyerah melalui kombinasi tekanan ekonomi, serangan udara, dan ancaman invasi darat menghadapi sejumlah hambatan mendasar.

Dari sisi militer, ia menyoroti keterbatasan amunisi, beban operasional Angkatan Laut AS, persoalan logistik, serta jumlah pasukan tempur yang dinilai tidak memadai untuk invasi besar-besaran.

Dari sisi ekonomi, ia menilai sanksi dan blokade belum tentu mampu memaksa Iran menyerah, terutama jika Teheran menganggap konflik tersebut sebagai ancaman terhadap kelangsungan negaranya.

Sementara itu, kemungkinan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas vital di kawasan Teluk dapat memperluas dampak perang ke negara-negara lain.

Analisis Mearsheimer pada dasarnya menyoroti kesenjangan antara kemampuan AS untuk melancarkan serangan dan kemampuannya mencapai kemenangan strategis yang berkelanjutan.

Meski demikian, penilaiannya merupakan analisis seorang akademisi dan bukan kepastian mengenai hasil akhir konflik. Perkembangan perang, keputusan politik, kemampuan militer kedua pihak, serta kemungkinan jalur diplomasi tetap akan memengaruhi arah situasi.

Peringatan utamanya jelas: keunggulan militer tidak selalu menjamin kemenangan, sementara tekanan untuk memaksa lawan menyerah dapat memicu eskalasi yang justru merugikan pihak penekan. Dalam skenario yang dipaparkan Mearsheimer, perang melawan Iran berpotensi menimbulkan beban militer, politik, dan ekonomi yang jauh lebih besar bagi AS daripada yang diperkirakan Washington.